Penanaman rumah ikan di sekitar Pulau Karampuang oleh tim bersama antara BKIPM dan BI Perwakilan Sulawesi Barat, Sabtu, 28 April 2018. (Foto: Humas Pemkab Mamuju)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Baru tiga daerah di Indonesia yang telah melakukan penanaman rumah ikan. Tiga daerah itu adalah Berau, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, dan Mamuju, Sulawesi Barat.

Penanaman rumah ikan ini merupakan program Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kelas II Mamuju.

Dalam program itu, BKIPM didampingi oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Barat.

Pulau Karampuang dipilih sebagai lokasi penanaman rumah ikan. Pada Sabtu pagi, 28 April 2018, pukul 07.00 WITA, satu rombongan besar berangkat dari bibir Pantai Manakarra.

Perahu-perahu tradisional dalam pelbagai ukuran yang ditambatkan di dermaga Pelelangan Ikan Mamuju itu, serombongan pegiat itu lalu masing-masing memilih perahu yang akan mengantar mereka ke pulau wisata di seberang.

Hanya hitungan menit, perahu telah merapat di bibir pulau kesayangan kota Mamuju—pulau pemecah ombak.

Seusai menanam 10 unit rumah ikan di perairan Pulau Karampuang, Wakil Bupati Mamuju Irwan SP Pababari bilang, kita semua menjaga dan merawat apa yang sudah ditanam agar ekosistem di laut dapat bertahan.

Senada dengan itu, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (BKIPM)  Kelas II Mamuju Abd. Rohman bilang, “Jangan sampai rumah ikan yang sudah kita tanam rusak tanpa diketahui.”

Menurut Abd. Rohman, dipilihnya pulau wisata itu tempat menanam rumah ikan, agar menaikkan nilai salah satu destinasi wisata bahari di Mamuju itu.

“Mengenai sistem pengawasannya, setiap bulan kita akan melakukan monitoring,” kata BKIPM itu.

Di pihak BI Perwakilan Sulawesi Barat, hadir Tri Adrianto. Ketika beri sambutan, Tri ucapkan terima kasih kepada BKIPM karena telah menggandeng BI sebagai mitra dalam penanaman pohon ikan ini.

“Bank Indonesia hadir di Sulawesi Barat tentu ingin memajukan pertumbuhan ekonomi. Kami menilai program penanaman rumah ikan ini mendukung program  pengendalian infalasi. Perlu kita ketahui, Sulawesi Barat merupakan salah satu daerah pesisir dengan ikan sebagai salah satu komoditas yang memberikan dampak  terhadap tingkat harga dan inflasi,” jelas Tri.

Dengan adanya penanaman rumah ikan ini, sebut Tri, paling tidak dapat melestarikan habitat air laut dan membuat ikan-ikan di laut berkembang dengan baik. Sehingga komoditas ikan di Sulawesi Barat juga dapat meningkat.

Deputi BI Perwakilan Sulawesi Barat Tri Adrianto (kedua kiri) beri sambutan seusai kegiatan penanaman rumah ikan di Pulau Karampuang, Mamuju, Sabtu, 28 April 2018. (Foto: Arisman)

Penanaman rumah ikan ini rupanya, kata Abd. Rohman, adalah salah satu cara memeringati hari Bulan Bakti, dengan tema Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina (Gemasatukata).

“Kegiatan Bulan Bakti ini kami sudah laksanakan sejak tanggal 3 April, dan akan berakhir pada 5 Mei 2018,” ujarnya.

Kegiatan lain, sebut Abd. Rohman, pertama donor darah. Kedua, edukasi pelajar-pelajar di Simboro terkait pengenalan jenis ikan yang dilarang untuk ditangkap.

Ketiga, melakukan pemeriksaan kesehatan ikan di Kalukku. Keempat, pemeriksaan formalin di Pasar Sentral Mamuju. Kelima, penanaman pohon mangrove di Desa Bebanga, Kabupaten Mamuju.

“Terakhir—seperti yang kita lakukan saat ini—adalah penanaman rumah ikan di Pulau Karampuang,” kata Abd. Rohman.

Menurutnya, tujuan kegiatan ini ingin memberikan contoh kepada masyarakat agar  melindungi atau memberikan ruang bagi ikan-ikan untuk tumbuh.

“Sesuai visi misi Kemeterian Kelautan dan Perikanan, melakulan pengelolan ikan  itu harus berkelanjutan mulai dari kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan,” ujar Abd. Rohman.

ANAS MAKKARUMPA/ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR