Penyerahan secara simbolis Sertifikat dari Dewan Pers kepada salah seorang peserta Pelatihan Safari Jurnalistik di d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Senin, 13 November 2017. (Ki-Ka) Marah Sakti Siregar, Fadiah Azis, dan Naskah M. Nabhan. (Foto: Ist.)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Jika ada selusin orang—dengan sample terkecil misalnya—paling sibuk sejak Minggu siang hingga Senin malam di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), maka Naskah M. Nabhan adalah salah satunya.

Ia menyusun ‘rencana kerja’ singkat sejak turun amanah dari PWI Pusat sepekan lebih lalu yang memercayakan PWI Sulbar sebagai ‘tuan rumah’ pelaksanaan Pendidikan Safari Jurnalistik oleh Dewan Pers kerjasama PWI Pusat.

Sejak itu, Naskah M. Nabhan bergerak serius. Mulai dari mengoordinasi pimpinan media massa—cetak, elektronik, dan online atau siber—hingga penjemputan tamu dari Jakarta, dari Dewan Pers dan PWI Pusat.

Naskah M. Nabhan tentu tak sendiri. Ia dibantu oleh sejumlah pengurus PWI Sulbar lainnya.

Hari-hari yang ditunggu itu telah tiba. Pada Minggu siang, sembilan orang dalam rombongan tim safari itu telah tiba di Bandar Udara Tampak Padang, Mamuju, Sulbar.

Tingkat kesibukan tak kepalang. Ia menyetir sendiri kendaraannya, yang diikuti dua mobil lainnya, menjemput tetamu itu di bandara yang mulai dioperasikan pada 1990-an awal.

Unsur dari Dewan Pers dan PWI pusat yang datang itu terpilah dalam tiga urusan penting. Dewan Pers sebagai pemangku kegiatan, maka oleh karena itu diutuslah Lumongga Sihombing (49 tahun), Sekretaris Dewan Pers.

Mbak Lumongga—sapaannya—dibantu oleh empat orang staf sekretariat lainnya, salah satunya Wawan. Tiga orang lainnya, dari Dewan Pers, adalah pemateri dalam Pelatihan Safari Jurnalistik yang dilaksanakan di ruang Camar d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Senin, 13 November 2017.

Dalam pembukaan Pelatihan Safari Jurnalistik itu, Naskah M. Nabhan menyampaikan sambutan. “Saya berharap kegiatan ini semoga bermanfaat untuk kita semua, terutama dalam peningkatan dalam profesi kita sebagai wartawan.”

Selanjutnya, Sekjen PWI Pusat Hendry Ch Bangun beri sambutan. “Kita berharap kegiatan semacam ini dilaksanakan setiap tahun untuk meningkatkan profesionalisme seorang wartawan,” katanya.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Dewan Pers, dalam hal ini diwakili oleh Imam Wahyudi, Anggota Dewan Pers. “Karya jurnalistik itu basisnya adalah intelektual dan moral,” sebuat Imam Wahyudi.

Anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi (tengah), salah seorang pemateri, sedang beri ceramah ilmu jurnalistik dalam kegiatan Pelatihan Safari Jurnalistik di Mamuju, Senin, 13 November 2017. (Foto: Sarman SHD)

Imam Wahyudi menerangkan, bahwa profesi jurnalistik itu membutuhkan intelektual yang dalam, sehingga perlu kegiatan seperti ini.

“Profesi seorang wartawan tentu punya acuan yang standar—acuan etika dan etika perilaku—sehingga dapat terwujud good and moral,” kata Imam Wahyudi.

Pelatihan Safari Jurnalistik ini ditutup tepat pada jam 16.45 wita. Salah satu rangkaian acara penutupan yakni penyerahan Sertifikat dari Dewan Pers kepada salah seorang peserta.

Sulaeman Rahman, Ketua DKP PWI Sulbar, yang bertindak selaku MC saat pembukaan dan ketika penutupan itu, menyilahkan seorang peserta Fadiah Azis untuk maju ke depan.

Ketika Fadiah sudah berdiri di depan meja peserta, Marah Sakti Siregar—Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat—turun dari ‘panggung mini’ dan selanjutnya menyerahkan selembar Sertifikat itu kepada Fadiah, yang juga Ketua Bidang Pendidikan PWI Sulbar.

Selamat jalan para penebar ilmu jurnalistik. Semoga kembali memijak tanah Betawi dengan sehat dan sentosa.

ARISMAN SAPUTRA/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR