(Ki-Ka) Kepala Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dadang Sunendar, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, dan Kepala Balai Bahasa Sulsel Zainab, Mamuju, Selasa, 12 Desember 2017. (Foto: Arisman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Untuk menjaga kelestarian bahasa di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), baik bahasa nasional yaitu bahas Indonesaia dan bahasa lokal sendiri dalam hal ini bahasa daerah, Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mendorong agar Sulbar punya Balai Bahasa tersendiri.

Hal terungkap dalam kegiatan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sulbar dan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mamuju, Selasa, 12 Desember 2017.

Penandatanganan MoU ditandatangani oleh Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar dengan Dadang Sunendar, disaksikan oleh Kepala Balai Bahasa Sulawesi Selatan (Sulsel) Zainab, perwakilan Polda Sulbar, perwakilan Korem 142/Tatag Sulbar, dan  sejumlah guru SMA yang diundang dalam acara penandatanganan MoU ini.

Selain penandatanganan MOU, sekaligus dirangkaikan Sosialisasi Undang-Undang Kebahasaan Nomor 24 Tahun 2009.

Diwawancarai seusai kegiatan tersebut, Kepala Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dadang Sunendar mengatakan, kami mengucapkan selamat kepada Balai Bahasa Sulselbar yang sudah mengambil langkah untuk menyosialisasikan Undang-Undang Kebahasaan Nomor 24 Tahun 2009.

“Saya mengapresiasi kerja dari Balai Bahasa Sulselbar yang sudah menjalankan sosilisasi undanga-undang tentang kebahasaan ini,” puji Dadang.

Salah satu tujuan kegiatan ini, ke depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI agar dapat kerja sama lebih banyak lagi dan membantu Provinsi Sulbar, terutama untuk memiliki kantor Balai Bahasa tersendiri.

“Kami sendiri sudah memikiki 30 balai dan kantor bahasa di Indonesia. Provinsi Sulbar sendiri belum termasuk di dalamnya,” kata Dadang lagi.

Dadang melihat bahwa Sulbar harus memiliki balai tersendiri. Caranya, Gubernur Sulbar menyurat ke Menteri Pendidikan dan Kabudayaan, mengajukan permintaan pengadaan Balai Bahasa di Sulbar. “Kami akan dukung dan bantu sebisa kami,” aku Dadang.

Masih menurut Dadang, untuk memudahkan koordinasi antarbalai bahasa, maka Sulbar juga harus punya kantor balai bahasa tersendiri.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Bahasa Sulsel Zainab mengatakan, kami akan membantu agar persiapan Kantor Balai Bahasa di Sulbar dapat berjalan dengan baik.

Olehnya itu, kata Zainab, kami harapkan sinergitas antara Pemerintah Provinsi Sulbar dan Balai Bahasa Sulsel terjaga dengan baik untuk mewujudkan Kantor Balai Bahasa di Sulbar.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR