Asisten Administrasi Umum Pemprov Sulbar Hj. Djamila Sugianto (kanan) bertindak selaku inspektur dalam peringatan HARKITNAS di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar, Senin pagi, 22 Mei 2017. (Foto: Samsul)

ASN di Sulbar diingatkan agar tanamkan nilai Kebangkitan Nasional

TRANSTIPO.com, Mamuju – Perjalanan Bangsa Indonesia sudah sampai pada era tantangan dari dinamika perubahan yang begitu cepat. Indonesia telah melewati era baru, dimulai dengan perhelatan pesta demokrasi akbar, yang puncaknya dilantiknya presiden ketujuh Indonesia, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Hal tersebut dikemukakan oleh Asisten Administrasi Umum Pemprov Sulbar, Djamila Sugianto, saat menyampaikan sambutan seragam Hari Kebangkitan Nasional yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 22 Mei 2017.

Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-109 tahun ini mengangkat tema “Pemerataan Pembangunan yang Berkeadilan Sebagai Wujud Kebangkitan Nasional”.

Disampaikan, bahwa visi pemerintahan Jokowi-JK saat ini adalah Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong.

Visi pemerintahan ini diwujudkan melalui sembilan agenda strategis yang disebut NAWACITA.

“Saya ingin mengajak kita semua, mari kita tanamkan dan terapkan nilai-nilai kebangkitan nasional dengan sungguh- sungguh, dengan hati yang ikhlas, sehingga dapat kita jadikan pondasi yang kuat dalam membangun bangsa ini, serta menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa yang akan dihadapi,” kata Djamila.

Ia juga menyampaikan, pembangunan karakter bangsa memiliki urgensi yang sangat luas dan bersifat multi-dimensional dan multi aspek. Yaitu, mencakup dimensi-dimensi kebangsaan, dan multi aspek karena mencakup potensi-potensi keunggulan bangsa.

Oleh sebab itu, pembangunan karakter bangsa setidaknya diarahkan pada empat  tatanan besar, yaitu:

Pertama, menjaga jati diri bangsa; Kedua, menjaga keutuhan NKRI; Ketiga, membentuk masyarakat yang berakhlak mulia; dan Keempat, membentuk bangsa yang maju, mandiri, dan malaqbq’.

“Pembangunan karakter bangsa dengan beberapa urgensi, yaitu: Pertama karakter yang sangat esensial, artinya hilangnya karakter akan menyebabkan hilangnya generasi penerus. Kedua, karakter sebagai kemudi sehingga bangsa ini tidak terombang ambing. Ketiga, karakter tidak datang dengan sendirinya tetapi harus dibangun dan dibentuk agar kita menjadi bangsa yang malaqbiq,” sebut Djamila.

Upacara Harkitnas ini dihadiri pula oleh para Staf Ahli Gubernur, pimpinan OPD Pemprov Sulbar, dan pejabat Eselon III dan IV Pemprov Sulbar. Advertorial

SAMSUL/HUMAS PEMPROV SULBAR

TINGGALKAN KOMENTAR