Sapi jenis Brahman Cross, Australia. (Foto: Net.)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Bantuan sapi jenis Brahman Cross melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk masyarakat di Sulawesi Barat (Sulbar), dalam waktu dekat ini, seperti yang dijanjikan sebelumnya oleh pihak Pemprov Sulbar, masih tanda tanya.

Kedatangan bantuan sapi jenis Brahman Cross tersebut direncanakan akan tiba di tempat karantina hewan yang ada di Sidrap (Sulawesi Selatan), beberapa waktu lalu. Namun hal tersebut masih tanda tanya besar. Pasalnya, pengadaan sapi yang ditender di tahun 2018 itu gagal tender, dan akan ditender ulang di tahun anggaran 2019 ini.

Dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Rabu pagi, 20 Februari 2019, Plt Kepala Dinas Pertanian Sulbar Tanawali mengatakan, sapi jenis Brahman Cross yang ditender di pusat pada tahun 2018 kemarin gagal, dan akan ditender ulang di tahun 2019 ini.

“Bukan batal datang tapi gagal tender. Sekadar info dari satker pusat, insya Allah tahun ini,” sebut Tanawali.

Ia menjelaskan, tender itu di pusat dan mengenai gagal tender pusatlah yang lebih tahu. “Menurut saya namanya gagal tender berarti pemenang tender tidak siap,” tulis Tanawali dalam WhatsApp.

Ia tambahkan, mereka sudah melakukan konsultasi ke pusat bahwa kandang dan pakan ternak sudah siap, dan insya Allah pusat tetap adakan tahun ini.

“Intinya pusat, dalam hal ini Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, akan tetap adakan di tahun 2019 ini dinda,” sebut Tanawali.

Perihal pengadaan ternak sapi bantuan pemerintah pusat ini, beberapa waktu lalu di Sulawesi Barat sudah mulai ‘diributkan’ terkait penunjukan sebuah tempat di Kabupaten Polman untuk lokasi pemeliharaan sapi asing dari Australia tersebut.

Soal silang pendapat terkait lokasi tempat pemeliharaan sapi bantuan pusat itu, sampai-sampai pihak eksekutif dan legislatif di Provinsi Sulbar saling ‘tuding’. Ujung-ujungnya ‘damai’ sebab hingga kini sudah tak digubris lagi perihal itu.

ARISMAN

TINGGALKAN KOMENTAR