Cara Andre bina pemuda desa dengan pelihara dan jual bunga anggrek. (Foto: Frendy)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Pemuda-pemuda itu memang menetap di desa, tepatnya di Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Mamasa. Ia telah menikmati bergelut sebagai petani anggrek. Meski begitu, kini ia telah bisa meraup untung dalam jumlah ratusan juta rupiah, setiap tahun.

Di desa itu terdapat satu komunitas petani anggrek yang diberi nama Mamasaorchid. Di komunitas itu berkumpul sejumlah pemuda yang bergelut dalam budidaya anggrek.

Bunga anggrek yang mereka kembangkan adalah anggrek lokal, yakni anggrek dari hutan Mamasa yang dibudidayakan. Mereka buat penangkaran atau pembibitan.

Andre, seorang petani bunga anggrek. Pada Jumat, 4 Mei 2018, laman ini menemuinya dan ia bertutur bahwa usahanya ini dimulai pada 2016.

Pemuda Andre tak sendiri. Awalnya baru bersama tiga rekannya, namun lama-kelamaan banyak anak muda di desanya yang tertarik bergabung tekuni budidaya anggrek.

‘Pengusaha’ Andre dan bunga anggrek lokal Mamasa. (Foto: Frendy)

Di penangkaran milik Andre itu, sudah ada sekitar 300 jenis anggrek yang dipelihara. Semuanya anggrek lokal Mamasa.

Menurut Andre, anggrek Mamasa diminati banyak orang jika dibanding anggrek di daerah lain. “Punya nilai tersendiri,” katanya, sumringah.

Dalam setahun saja di komunitas Mamasaorchid, budidaya anggrek Mamasa bisa meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

Harga anggrek yang mereka jual bervariasi, mulai harga Rp 200 ribu, bahkan ada harga sampai jutaan rupiah. Mereka memasarkan anggrek mereka itu melalui layanan media online.

Jenis-jenis bunga Anggrek milik pemuda Andre. (Foto: Frendy)

Hasilnya, lumayan. Bunga ‘cantik’ mereka itu telah menembus pangsa di luar negeri—untuk sementara baru di kawasan negeri tetangga seperti Malaysia, Taiwan, dan Korea Selatan.

“Peminat dan pemesan sebangsa sendiri sudah lumayan banyak. Mereka pesan, ya, secara online pula,” aku Andre.

Lokasi penangkaran anggrek binaan Andre ini tak jauh-jauh amat: di lahan pekarangan rumahnya juga yang luasnya 15 x 4 meter.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR