Coffee morning Kapolda Sulbar dengan wartawan yang ada di Mamuju, berlangsung di Cafe 85 Dit Lantas Polda Sulbar, Jl Ahmad Kirang Mamuju, Rabu, 24 Juli 2019. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat (Sulbar) kembali mengadakan coffee morning terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sulbar sepanjang bulan Juni 2019.

Bincang-bincang santai sambil mendengarkan paparan Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar ini berlangsung di Cafe 85 Dit Lantas Polda Sulbar, Jl Ahmad Kirang Mamuju, Rabu, 24 Juli 2019.

Selain Kapolda, tampak hadir pula sejumlah Pejabat Utama Polda, Kepala Bidang Humas Polda Sulbar AKBP Hj Mashura, dan Kapolres Mamuju AKBP Muh. Rifai Arfan serta para awak media di Mamuju.

Bahruddin Djafar mengatakan, di bulan Juni ini kasus yang terjadi mengalami penigkatan terutama kasus pencurian kendaraan bermotor (Curamor), dimana itu  banyak terjadi di Polres Mamuju.

“Dari 2 kasus curamor yang terjadi di bulan Mei, itu meningkat menjadi 10 kasus di bulan Juni,” ungkap Kapolda Sulbar.

Tapi di sisi lain, sebut Baharuddin Djafar, di lau lintas terjadi penurunan yaitu 120  kasus untuk pelanggaran, namun untuk kecelakaan lalu lintas terjadi peningkatan dari 54 kasus menjadi 58 kasus atau naik sekitar 7 persen.

Baharuddin menuturkan, faktor yang menyebankan terjadinya peningkatan kecelakaan karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang berlalulintas. Bahkan baru-baru ini, satu kasus di Kalukku yang kejadian itu mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka.

Ia menambahkan, berkat coffee morning seperti ini yang sudah memasuki tahun kedua, banyak informasi yang dihasilkan, salah satunya masukan terkait lampu penerang jalan arteri.

“Mengenai lampu di jalan artei kita sudah tindaklanjuti. Pihak Lalu lintas sudah membuat surat ke provinsi untuk melalukan pertemuan, dan Dir Krimsus juga sudah mengundang semua unsur yang ada. Karena memang lahan atau jalan arteri itu sampai saat ini masih di bawah tanggung jawab pengelola dan belum diserahkan ke provinsi,” sebut Baharuddin Djafar.

ARISMAN

TINGGALKAN KOMENTAR