Sekprov Sulbar Dr. Muhammad Idris DP. (tengah) sedang memberi materi dalam kegiatan Pelaksanaan Ujian Dinas dan Penyesuaian Ijazah lingkup Pemprov Sulbar di ruang auditorium lantai 4 Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 11 Februari 2019. (Foto: Kominfo Sulawesi Barat)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat (Sulbar) Dr. Muhammad Idris DP berharap semua peserta dapat mengikuti ujian dinas dan penyesuaian ijazah dengan fokus dan bersungguh-sungguh, serta tidak menganggap sebagai formalitas saja.

Harapan itu disampaikan oleh Sekprov Sulbar Dr. Muhammad Idris saat membuka kegiatan Pelaksanaan Ujian Dinas dan Penyesuaian Ijazah lingkup Pemprov Sulbar di ruang auditorium lantai 4 Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 11 Februari 2019.

“Saya harap saudara-saudara tidak menganggap ujian ini sebagai suatu formalitas saja, sebab setelah ini masih akan diuji pengetahuan dan kemampuannya sebagai ASN, yang menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945, pengetahuan tentang peraturan kepegawaian, mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsi, serta pengetahuan lainnya,” terang Muhammad Idris.

Dengan begitu, lanjut Muhammad Idris, ASN tersebut dinyatakan layak dinaikkan pangkatnya ke tingkat yang lebih tinggi. Tidak hanya itu, harapnya dapat membawa dampak perubahan bagi birokrasi dan bergeser dari pola lama, yang dilayani menjadi pelayan masyarakat.

Terkait kenaikan pangkat bagi PNS, Muhammad Idris menyatakan hal tersebut merupakan satu cara untuk meningkatkan prestasi kerja dan pengabdian kepada negara, yang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002 tentang kenaikan pangkat PNS.

“Ini secara tegas disebutkan kenaikan pangkat bukanlah hak, namun penghargaan yang diberikan oleh pejabat berwenang, karena prestasi kerja yang diperolehnya sesuai peraturan yang berlaku,” tandas lelaki yang pernah menjabat sebagai Kepala PKP2A LAN Makassar ini.

Sedangkan, di era Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, Sekprov Sulbar menyebutkan, kenaikan pangkat sangat berkaitan dengan pengembangan karir.

Peserta kegiatan Pelaksanaan Ujian Dinas dan Penyesuaian Ijazah lingkup Pemprov Sulbar di ruang auditorium lantai 4 Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 11 Februari 2019. (Foto: Kominfo Sulawesi Barat)

“Pengembangan akrir, dapat kita artikan sebagai sebuah pergerakan vertikal dari pangkat dan jabatan semula ke arah yang lebih tinggi lagi,” sebutnya.

Kepala Bidang Formasi BKD Pemprov Sulbar Muh. Hisyam mengatakan, ujian tersebut dilaksanakan atas kerjasama Pemprov Sulbar, melalui BKD Sulbar dengan Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar, yang bertujuan untuk memenuhi sebagian pensyaratan dalam sistem, masa dan jenis kenaikan pangkat PNS dan dorongan untuk meningkatkan prestasi kerja.

Dalam kesempatan itu disampaikan pula, pelaksanaan ujian hanya berlangsung selama satu hari. Sedangkan, untuk peserta ujian sendiri, Hisyam menyebutkan tidak hanya berasal dari lingkup Pemprov Sulbar saja, namun juga diikuti peserta lain dari lima kabupaten di Provinsi Sulbar, di antaranya Majene, Mamuju, Mamuju Tengah, Mamasa, dan Pasangkayu.

“Ujian hari ini, selain peserta dari lingkup Pemprov, kami juga memfasilitasi semua kabupaten yang berada di Provinsi Sulbar, kecuali Polewali Mandar yang rencananya akan melaksanakan ujian sendiri,” ungkap Hisyam.

Adapun jumlah perserta ujian sebanyak 202 orang dengan rincian yaitu, ujian dinas Tk. I sebanyak 50 orang dan Tk. II sebanyak 38 orang. Sedangkan, untuk ujian penyesuaian ijazah sebanyak 114 peserta, masing-masing terdiri dari S2 sebanyak dua orang, Strata Satu (SI) 97 orang, Diploma Tiga (D3) tiga orang, SMA atau Paket C 12 orang.

Sementara peserta yang berasal dari kabupaten, di antaranya Majene berjumlah 30 orang, Mamasa 33 orang, Mamuju 59 orang, Mamuju Tengah 20 orang, Pasangkayu 5 orang. Advertorial

MAHYUDIN

TINGGALKAN KOMENTAR