Rapat evaluasi OPD Sulbar yang dipimpin oleh Sekprov Sulbar Muhammad Idris di aula lantai II Kantor Gubernur Sulbar, Kamis siang, 22 November 2018. (Foto: Arisman)

Rapat evaluasi ini tertutup bagi wartawan.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Baru sepekan menduduki jabatan sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat, Muhammad Idris langsung tancap gas. Pada Kamis siang, 22 November 2018, sekprov baru ini gelar rapat evaluasi terkait kinerja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar).

Rapat evaluasi ini dilaksanakan di aula lantai II Kantor Gubernur Sulbar dipandu langsung Muhammad Idris. Ia didampingi para Asisten Pemprov Sulbar. Semua kepala OPD Pemprov Sulbar hadir.

Seusai rapat sudah menjelang petang, Sekprov Muhammad Idris baru melayani wawancara sejumlah wartawan. Ia bilang, rapat ini merupakan rapat evaluasi berjalan pemerintahan tahun 2018 yang perlu saya tahu sebagai sekprov baru.

“Setidaknya dengan rapat evaluasi ini saya dapat mengetahui seperti apa rancangan kerja di tahun 2018 dan hasilnya seperti apa,” ucapnya.

Menurutnya, ia melihat hasil rapat yang baru kita laksanakan, banyak pekerjaan rutin kita harus genjot dan sebagian lagi untuk kebutuhan pemgembangan ke depan.

“Banyak pekerjaan rutin yang akan bermasalah karena tidak disiplin dengan tatanan yang ada,” terang Muhammad Idris.

Menurut penilaian Anda, apakah OPD yang mendapat ‘rapor merah’?

Muhammad Idris mengatakan, kita masi jalan. Tapi memang ada beberapa OPD—8 atau 9 OPD—dengan indikator yang berkaitan dengan serapan anggaran bisa dikatakan lapor merah, dalam artian belum seluruhnya bisa maksimal.

“Ada 8 sampai 9 OPD yang bisa dikatakan rapor merah. Tapi OPD yang mendapatkan rapor merah rata-rata yang memiliki paket yg besar,” ujarnya.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR