Panggung deklarasi pasangan SDK-KALMA di Desa Bala, Pambusuang, Polman, Minggu, 2 Oktober 2016. Tampak para elit Partai Demokrat hadir dalam deklarasi salah satu pasangan Cagub-Cawagub Sulbar 2017 ini. (Foto: Andi Arwin)

TRANSTIPO.com, Polman – Minggu, 2 Oktober 2016, tepat pukul 14:00 Wita, salah satu pasangan Cagub-Cawagub Sulbar 2017 yakni SDK-KALMA melakukan deklarasi di Desa Bala, Pambusuang, Polman.

Dalam deklarasi ini hadir Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca P. Pandjaitan, Almalik Pababari, Andi Mappanggara, Fahmi Massiara, Aras Tammanuni, Ramlan Badawi, Jendral Jawas Loeasa, Nadjamuddin Ibrahim, Djawas Gani, Suraidah Suhardi Duka, Irwan Pababari, Hajrul Malik, Sukri Umar, Syamsul Samad, Febrianto Wijaya, dan ribuan simpatisan dan pendukung SDK-KALMA.

Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca P. Pandjaitan tampil membacakan surat keputusan deklarasi. Dalam orasinya Hinca menghimbau kepada ribuan orang yang hadir di Desa Bala untuk memenangkan SDK-KALMA.

“Melalui deklarasi ini saya minta kepada seluruh masyarakat Sulbar untuk mendukung SDK-Kalma,” kata Hinca Pandjaitan.

Empat partai politik telah sepakat dan menandatangani seluruh keputusan deklarasi yang ada untuk memenangkan SDK-KALMA pada Pilgub Sulbar 2017 mendatang.

Lanjut Hinca, deklarasi yang berlangsung di Kabupaten Polman adalah panggilan kemenangan SDK-KALMA untuk memimpin Sulbar lima tahun yang akan datang.

“Deklarasi ini memberi makna memanggil pasangan SDK-KALMA untuk memimpin Sulbar,” aku Hinca.

Pada kesempatan berikutnya, Suhardi Duka (SDK) tampil beri orasi politik. SDK Optimis untuk memimpin Sulbar. Jika menang maka dia menganggap adalah suatu hijrah.

“Apa yang dikatakan oleh orang-orang pada saya adalah permainan politik saja. Kami deklarasi di sini, bertepatan 1 Muharram karena kami anggap hari ini adalah hari kemenangan kita semua. Momentum untuk kita berhijrah dari pemerintahan yang elitis menuju pemerintahan yang memperhatikan rakyat bawah. Pemerintahan yang tidak korupsi, pemerintahan yang jika kita bersalamam kita bisa bertatap muka,” uarai SDK.

Tampak Andi Mappangara (kiri), Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulbar yang juga Ketua DPRD Sulbar hadir dalam deklarasi pasangan SDK-KALMA di Desa Bala, Pambusuang, Polman, Minggu, 2 Oktober 2016. (Foto: Andi Arwin)
Tampak Andi Mappangara (kiri), Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulbar yang juga Ketua DPRD Sulbar hadir dalam deklarasi pasangan SDK-KALMA di Desa Bala, Pambusuang, Polman, Minggu, 2 Oktober 2016. (Foto: Andi Arwin)

Ini alasan SDK-Kalma deklarasi di Kabupaten Polman. Kenapa kita Deklarasi di Pambusuang karena di sini orang-orang merdeka. Di tempat ini juga para ulama lahir.

“Jangan percaya orang bahwa katanya jika SDK-KALMA jadi Gubernur maka tidak memperhatikan Polman. Kita akan mengeluarkan daerah ini dari daerah tertinggal menuju daerah maju. Kita akan menjaminkan bahwa setiap masyarakat yang masuk rumah sakit akan dijamin BPJS. SDK selalu komitmen. Jika SDK-KALMA jadi gubernur maka anggaran infrastruktur Rp 100 milyar tiap kabupaten itu adil kan?” janji SDK.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua warga masyarakat yang telah mensosialisasikan kami baik di tingkat provinsi, kabubaten, kecamatan, dan desa,” kata Kalma Katta, bakal calon Gubernur Sulbara usungan partai Demokrat dan koalisinya.

Menurut pengakuan Kalman, dirinya pernah menjabat sebagai bupati selam 10 tahun, maka dirinya menganggap itu suatu pengalaman yang sangat besar, tidak dipertanyakan lagi.

“Pertarungan pilkada bukan hal yang baru bagi kami. Kami sudah berpengalaman. Tentunya dengan pengalaman ini apa yang kita inginkan akan berjalan dengan baik,” tutup Kalma Katta.

ANDI ARWIN

TINGGALKAN KOMENTAR