Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin (tengah-depan) didampingi Asisten Tata Praja Nur Alam Thahir mengadakan rapat terkait kesiapan pilkada 2017 dengan Anggota DPD RI Asri Anas, Ketua KPU Sulbar Usman Suhuriah, Ketua Bawaslu Subar Busran Riandy serta perwakilan OPD terkait yang berlang di ruang kerja Sekprov Sulbar, Mamuju, Selasa, 14 Februari 2017. (Foto: Desi)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pelaksanaan pilkada serentak akan berjalan Rabu, 15 Februari besok. Untuk pelaksanaan pilkada tersebut diharapkan berjalan aman.

“Kami DPD RI melaksanakan pemantauan secara nasional pilkada serentak, bukan hanya di Sulbar melainkan di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk memastikan sejauh mana kesiapan pelaksanaan pilkada khususnya di Sulbar agar dapat berjalan dengan aman,” kata Asri Anas saat melakukan pertemuan dengan Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin, KPU Sulbar, Bawaslu Sulbar dan OPD terkait yang berlangsung di ruang kerja Sekprov Sulbar, Selasa, 14 Februari 2017.

Senator dari dapil Sulbar tersebut juga mengemukakan, kegiatan tersebut dalam rangka melaksanakan tugas konstitusional DPD RI, yaitu melakukan pengawasan secara langsung untuk memastikan seluruh tahapan Penyelenggaraan Pikada serentak pada tanggal 15 Februari 2017 berjalan dengan aman.

Asri Anas juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap apa yang terjadi menjelang pelaksanaan pilkada di sulbar, yaitu Sulbar termasuk peringkat ketiga tertinggi terjadi money politic (politik uang) setelah Aceh dan Gorontalo.

Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin mengemukakan, pelaksanaan tahapan pilkada sudah dilaksanakan. Meski demikian, masih ada beberapa persoalan yang timbul, seperti permasalahan suket.

“Pemprov Sulbar pada saat melaksanakan pemantuan pelaksanaan pilkada, hampir seluruh daerah mempertanyakan masalah kesediaan Suket. Jika jumlah Suket lebih banyak dibanding cadangan surat suara,” kata Ismail Zainuddin.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, Ketua KPU menyatakan telah  berkoordiasi dengan Dinas Catatan Sipil mengenai DPT serta sudah menyesuaikan jumlah surat suara.

“Keabsahan surat suara sesuai dengan data yang diberikan Dinas Catatan Sipil, apabila di TPS tertentu terjadi kekurangan Suket, maka pemilih yang tidak mendapatkan Suket dapat dipindahkan ke TPS lain, itupun dalam jumlah tertentu, dengan catatan harus dibuatkan dokumen khusus berupa berita acara,” jelas Usman.

Ketua KPU Sulbar Usman Suhuria kepada Sekprov Sulbar juga menyampaikan, bahwa KPU Sulbar sudah siap melaksanakan pilkada serentak 2017. Itu terbukti  dari 14 tahapan pilkada, sudah 10 tahapan yang sudah dilaksanaka, sisanya tahapan pasca pemungutan suara.

Pada kesempatan itu juga, Ketua Bawaslu Sulbar Busran Riandi menyampaikan, dirinya sudah menyampaikan kepada jajarannya sampai ke tingkat bawah. Bagi masyarakat yang tidak memiliki Suket jangan dilayani sebab dapat berpotensi dilaksanakan pemilihan ulang.

“Bagi masyarakat yang tidak terdaftar tetapi memiliki KTP-el dapat memilih pada tempat sesuai alamat masing-masing,” kata Busran. Advertorial

MUHIDDIN/HUMAS PEMPROV SULBAR

TINGGALKAN KOMENTAR