Sejumlah warga Desa Malatiro, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa yang diduga terkena penyakit campak tengah berada di posko pengobatan, Sabtu, 17 Februari 2018. (Foto: Frendy Christian)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Sekitar 48 orang penduduk Desa Malatiro, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa diduga terserang penyakit campak.

Desa Malatiro adalah sebuah perkampungan yang terletak di lereng pengunungan Kecamatan Tabulahan, berbatasan dengan Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Jarak dari ibukota Kabupaten Mamasa ke Desa Malatiro kurang lebih 80 km, sedangkan jarak dari ibukota kota Kecamatan Tabulahan ke Desa Malatiro sekitar 9 km.

Berdasarkan keterangan Kepala Puskesmas Tabulahan Iriana, Selasa, 13 Februari, mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari masyarakat yang disampaikan ke Posyandu Desa, tedapat enam warga yang berada di perkampungan tua mengalami demam disertai gatal-gatal dan kemerahan pada mata, sehingga petugas Posyandu langsung menyampaikan ke Puskesmas Tabulahan.

“Begitu kami dapat laporan sekitar pukul 19:00 Wita, kami yang ada di Puskesmas langsung membentuk tim reaksi cepat, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten. Dan siangnya kami berangkat ke lokasi. Saat di lapangan ternyata bukan hanya 6 orang tetapi sudah 31 orang yang kami temukan pada hari pertama di lokasi,” kata Iriana.

Sejumlah tenaga kesehatan yang sedang membagikan obat ke sejumlah pasien di posko pemeriksaan kesehatan, Kecamatan Tabulahan, 17 Februari 2018. (Foto: Frendy Christian)

Saat ini petugas kesehatan dari Puskesmas Tabulan yang dibantu di Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa sudah lima hari membuka posko pengobatan di desa tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh petugas kesehatan, sudah sekitar 44 orang yang terserang penyakit yang diduga campak.

Warga yang terserang penyakit itu tersebar di enam dusun di perkampungan tua. Dan secara keseluruhan penderita di Desa Malatiro itu sebanyak 48 orang yang sudah terindikasi terkena penyakit yang sama.

“Khusus di enam dusun yang ada di perkampungan ini, ada sekitar 44 orang namun total secara keseluruhan di Desa Malatiro terdapat 48 orang yang mengalami gejalah yang sama. Dan bukan hanya anak–anak tetapi juga orang dewasa,” ungkap Kepala Puskesmas Tabulahan, Iriana, yang dikonfirmasi transtipo.com di lokasi kejadian, Sabtu siang, 17 Februari 2018.

Menurut Iriana, hal itu terjadi karena kurangnya kesadaran penduduk setempat akan pentingnya tenaga medis, termasuk imunisasi bagi anak–anak. Sebagian masyarakat yang berada kampung itu masih kental dengan pendekatan adat istiadat dan masih memegang teguh aliran kepercayaan mereka.

“Kasadaran masyarakat untuk imunisasi termasuk berobat ke tenaga kesehatan sangat rendah, karena sebagian masyarakat masih menganut kepercayaan mereka,” ujarnya.

Sabtu, 17 Februari, kemarin itu, sesuai dari pantauan di lapangan, pemerintah desa dan kecamatan bersama dinas kesehatan, terus melakukan sosialisasi ke sejumlah penduduk desa terkait pentingnya berobat ke tenaga kesehatan, termasuk imunisasi bagi anak–anak.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR