Rumah jabatan Gubernur Sulbar, Rangas baru, Simboro, Mamuju. (Foto: Ist.)

ABM itu unik.

Ia bekerja dulu, barulah memikirkan ‘ruang-ruang sejuknya’. Ingat 15 Mei kan…!!!

Ia ‘membuka diri’ lebar-lebar. Ia menyapa dulu ribuan warga Sulbar, padahal dalam kondisi capek—dari Jumat hingga Senin, adakah ia istirahat benar?

Berdiam diri di ruang sejuk yang berpendingin itu? Tidak. Ia bergerak. Seperti ungkapannya pada kami Sabtu malam lalu, “Saya tak kenal 100 hari kerja dinda. Tiba di Mamuju saya dan bu Enny akan langsung kerja.. kerja… dan kerja.”  

TRANSTIPO.com, Mamuju – Jika kerap kali kita—kami di laman ini, sejumlah media yang lain, dan publik Sulbar bahkan—menyebut bahwa AAS itu hebat. Dia pembangun. Iya. ABM pun mafhum akan kata prestise dan prestasi itu.

Sebuah memori mengingatkan kita—atau paling tidak oleh laman kita ini.

“Kelebihan Ali itu karena dia mendengar. Seorang pemimpin itu kan, tak perlu terlampau cerdas. Yang paling penting dia sungguh-sungguh mau bangun daerahnya. Saya kenal banyak bupati di Sulawesi ini. Dan, Ali itu mendengar. ”

Kata siapa itu kutipan di atas? Ungkapan itu datang dari Beliau: Dr. Darmawan Mas’ud, M.sc (Almarhum, Al Fatihah). Kala itu beliau hadir sebagai salah seorang Pemateri dalam hajatan seminar budaya dan pemerintahan daerah ketika nama Polewali Mamasa hendak dirubah namanya oleh Pemkab Polmas.

Saat itu tahun 2004. Ali Baal Masdar sudah jadi Bupati Polmas. Maka ABM-lah yang punya prasasti jadikan nama Kabupaten Polewali Mandar itu—pengganti nama Polewali Mamasa.

Awalnya, dari upaya kami mengendus kabar dan berita di seputaran rumah jabatan bupati di Pekkabata, Polewali, ABM sesungguhnya lebih suka kalau nama kabupaten yang tengah dipimpinnya itu dinamai ‘Kabupaten Mandar’.

Tapi, begitu kreatifnya anak-anak muda yang berkumpul sebagai panitia pelaksana hajatan itu, maka tercetuslah nama kabupaten baru dengan dua suku kata: Polewali Mandar.

Pengantar beberapa paragraf pendek di atas sebetulnya hanyalah sekadar mozaik, atau mungkin pula oase, untuk mempertemukan saripati judul di atas dengan apa yang dikemukakan oleh Beliau itu.

ABM Lincah ke Bawah

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar—bersama keluarganya—saat ini telah resmi masuk rumah jabatan gubernur. Tepatnya hari ini, Kamis, 18 Mei 2017. Sejak hari ini, ABM dan keluarga, akan menetapa selama lima tahun di rumah besar di atas bukit kecil yang indah itu.

Dari atas bukit itulah, ABM akan senantiasa meneropong perkantoran gubernuran yang ada di bawahnya—entah di waktu fajar, petang, dan pada dini hari pun. Rujab gubernur ini masih satu lingkup area dengan perkantoran gubernur.

Sesekali—mungkin—ABM akan beranjak dari rujab sembari menuju kantornya dengan jalan-jalan santai, di waktu pagi misalnya. Dan, di waktu petang—selepas jam dinas—pun juga tak apa. Joging itu sehat.

Turun dari bukit yang landai di waktu pagi, kemudian memacu langkah perlahan tatkala merangkak ke puncak bukit di kala petang, adalah rutinitas yang segar dan menyehatkan.

Gubernur yang baru kita ini tentulah harus selalu sehat untuk masa depan provinsi yang kita cintai dan banggakan. Ini Doa, tentunya. Doa kita bersama.

Ali, seorang Muslim yang taat. Laman ini saksikan, beberapa kali—dari kasat mata—selama seru-serunya jalannya tahapan Pilgub lalu. Ali sholat tepat waktu, kecuali jika benar-benar tak tersedia ruang untuk itu.

Kamis ini, lantunan Doa membelah angkasa Sang Pemilik-Nya. Doa itu hantaran Imam Masjid Suhada, Mamuju, Habib Fauzy Jafar Al-Mahdaly. Dikutip dari laman www.banniq.com, prosesi gubernur baru menuju ke rumah jabatannya diiringkan Doa, Zikir, dan Salawatan.

Prosesi acara ini dihadiri oleh Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin bersama sejumlah kepela OPD Pemprov Sulbar. Banyak tokoh-tokoh Mamuju juga hadir.

“Terima kasih yang tak terhingga saya haturkan kepada saudara-saudara atas kesediannya mengantar saya ke rujab ini,” kata gubernur ABM, dikutip dari laman itu.

Masih dari laman yang dikelola oleh Assamad, jurnalis senior Sulbar, Ali berharap agar kebersamaan ini tetap terjaga dan terpelihara hingga lima tahun berjalan.

ABM bilang, “Saya berharap dukungan kita semuanya. Saya dan bu Enny tak mungkin dapat membawa Sulbar ini lebih baik ke depan jika tak didukung oleh saudara-saudaraku semua.”

Sejak Senin, 15 Mei, otoritas Perwakilan Pemprov Sulbar di Jakarta dan Biro Humas Pemprov Sulbar telah berjibaku. Kedua sayap dalam pemerintahan Pemprov Sulbar ini sesibuk-sibuknya menyiapkan segala hal. Jadwal kerja gubernur dan wakil gubernur baru tentunya.

Zulkifli dari Jakarta rajin sharing dengan Irfan dan Dian Afrianti. Kedua nama terakhir adalah andalan biro humas yang selalu standby di sini, di Mamuju—ibukota provinsi kita.

Dari Dianlah, secara detail jadwal gubernur—juga wakil gubernur—bisa kami pelototi di layar mungil telepon tanpa kabel ini. Dari inilah kemudian, laman ini sebut Ali memang pekerja publik yang serius. Berikut sekilas jadwal yang padat itu.

Senin, 15 Mei, jam 1.45–2.30 prosesinya, ABM-Enny dijemput ke Bandara Tampa Padang. Dimpin langsung oleh Carlo B Tewu dan istrinya Liana Tewu. Tiba di Mamuju kota, senda gurau berlangsung oleh semua unsur lalu santap siang.

Jam 2.35, Gubernur Ali dan Wagub Enny diantar menuju ke ruang kerjanya masing-masing. Tak sampai 30 menit berikutnya, dilangsungkan penyerahan memori dan penandatanganan berita acara laporan penyelenggaraan pemerintahan dari Pj. Gubernur Carlo ke Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar yang baru, ABM dan Enny.

Masih Senin itu, pada jam 3.30 sore, ABM-Enny menyaksikan pagelaran adat dan seni berupa tari-tarian. Malamnya, dimulai pada jam 8.00, Silaturahmi dan Ramah Tamah Gubernur dan Wagub Sulbar di Hotel Maleo, Mamuju.

Selasa, 16 Mei. Gubernur Ali pimpin rapat perdana bersama OPD Sulbar. Setelah itu tak putus-putusnya tamu masuk ke ruang kerja sang gubernur, hingga sore hari.

Rabu, 17 Mei. Padat sekali. Sejak jam 7.30 pagi, ABM kunjungi SDN 1 Mamuju (ini sekolah unggulan) dan lanjut ke SDN di puncak Mamuju kota. Di dua sekolah itu ABM tinjau jalannya ujian akhir sekolah.

Jam 8 pagi itu juga, ABM kembali ke Rangas untuk pimpin upacara Hari Kesadaran Nasional. Ia pakai baju Korpri—simbol kebesaran pamong Indonesia. Jam 9, ABM hadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sulbar.

Rapat ini ABM beri pidato sebagai ruangnya ia disambut secara formal di lembaga politik formal provinsi ini. ABM tampak gagah: pakai baju Korpri lengkap dengan peci hitam. Dari kantor dewan, ABM langsung ke RS Regional Sulbar. Ia mengecek bangunan rumah sakit plat merah itu.

Kamis hari ini, 18 Mei. Pagi tadi, Gubernur Ali rapat lalu bergerak inspeksi mendadak ke kantor Bulog Mamuju. Setelah itu, ia menuku pasar Mamuju untuk mengecek kesiapan stok sembako untuk kebutuhan warga selama Ramadhan nanti.

Hingga tulisan ini dibuat di waktu petang, kabar-kabar aktifitas ABM masih beradu lintasan dari pelbagai portal berita online di Mamuju.

Ali kini entah di mana. Yang pasti, ia tak duduk di kursi goyang dengan bersarung, karena kerja baru dimulai.

Sampai jumpa pada kabar-kabar berikutnya. Advertorial

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR