Rencana-rencana Besar itu di Mata ‘si Rantau’ Doktor Muslimin

305

Dalam perbincangan sebuah Grup WhatApp—OS—memang selalu ramai. Silang pendapat tercurah secara intelektual dan informatif.

Pekan ini, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar sekali memposting sebuah alur pikiran yang serius—menarik.

Di pekan ini pula, Selasa, 9 Januari tepatnya, laman ini ‘mengonfirmasi’ Dr. Muslimin, M.Si, akademisi di Kalimantan Timur dan pegiat masalah-masalah sosial, tentang pemikiran Ali Baal Masdar tentang pikiran-pikirannya dalam Perspektif Maju Malaqbiq itu.

Berikut komentar seorang Doktor dari pulau seberang—Borneo—itu.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Rencana-rencana besar Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar sebetulnya sudah tertuang dalam Visi Misinya, bahkan mungkin tertuang di RPJMD 2017-2022 yang sudah disahkan.

Menurut Muslimin—salah seorang warga di grup whatsApp OS itu—memang, membangun tidak semudah membalikkan telapak tangan: perlu kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.

Lalu kapan kerja-kerja itu dimulai? Keberhasilan seorang gubernur sangat ditopang keberadaan pembantu-pembantunnya. Keberadaan pimpinan-pimpinan OPD, apakah pimpinan-pimpinan OPD ini mampu menterjemahkan dan menginplementadikan Visi Misi Gubernur Sulawesi Barat?

Sejatinya memang, pembangunan hanya ada dua yaitu pembangunan fisik dan pembanguan non fisik.

Lalu mana yang didahulukan?

Tentu sangat tergantung kondisi yang ada. Kondisi ini juga tergantung instrumennya, baik instrumen anggaran maupun instrumen kapasitas SDM yang tersedia.

Karenanya, urai Doktor Muslimin lagi, semua berangkat dari perencanaan yang baik. Kita tidak berbicara bagaimana inputnya—prosesnya. Tapi yang paling penting bagaimana outputnya, bagaimana outcome dan impactnya.

Karenanya, gubernur mesti berani melakukan terobosan. Apa saja terobosan itu?

SATU. Lakukan reformasi seluruh perangkat birokratnya. Person-person yang tidak memiliki kapasitas dan sasaran kerja yang tidak jelas mesti ‘diparkir’: Ganti dengan person-person yang berkualitas—dengan kapasitas yang memadai.

DUA. Lakukan rekruitmen secara profesional dengan melibatkan lembaga independen untuk merekrut ASN yang mumpuni dalam menduduki jabatan struktural, mulai eselon 4 sampai eselon 2.

“Dan yang paling penting, dukungan seluruh elemen masyarakat Sulawesi Barat,” tutup Doktor Muslimin kepada laman ini.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR