Pj. Gubernur Sulbar Irjen Pol Carlo B Tewu saat memberikan arahan pada acara Rakorda Provinsi Sulbar untuk Proyek Kemakmuran Hijau MCA – Indonesia yang berlangsung di Hotel Maleo Mamuju, Rabu, 22 Februari 2017. Tampak juga sebagai Pemateri Kepala BAPPEDA Pemprov Sulbar Dr. Junda Maulana, M.Si (kiri). (Foto: Farid)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) dalam rangka bantuan dana hibah dan proyek kemakmuran hijau  MCA – Indonesia yang berlangsung di Hotel Maleo, Rabu, 22 Februari 2017.

Senior Advisor MCA-INDONESIA, Sahrial, mengatakan, proyek kemakmuran hijau atau Green Prosperity Projek adalah sebuah proyek yang dinaungi Compact Indonesia dengan Millennium Challenge Corporation (MCC) dan Millennium Challenge Account (MCA yang berasal dari pemerintah Amerika Serikat.

“Proyek tersebut bertujuan mendorong pembangunan berkelanjutan pada tingkat lokal di Indonesia, dengan meningkatkan produktifitas pertanian dan perikehidupan rumah tangga serta mengurangi ketergantungan pada bahan-bahan bakar fosil dan pada emisi gas rumah kaca berbasis lahan,” kata Sahrial.

Ia juga mengatakan, tujuan hibah program tersebut untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan keahlian hijau. Selain itu, juga untuk meningkatkan kapasitas, bantuan tekhnis, pelatihan kerja dan profesi untuk mengembangkan strategi, memfasilitasi pengumpulan pengaplikasian dan penyebaran pengetahuan terkait strategi rendah karbon.

Program tersebut dikembangkan pada lima provinsi di Indonesia, yaitu Bali, Jambi, NTB, NTT, Sulbar, dan 14 kabupaten. Lebih lanjut disampaikan, untuk mencapai tujuan tersebut, proyek kemakmuran hijau memiliki empat kegiatan utama, yakni perencanaan tata guna lahan partisipatif, bantuan tehknis dan pengawasan, fasilitas kemakmuran hijau dan aktivitas pengetahuan hijau.

Pj. Gubernur Sulawesi Barat Irjen Pol Carlo B Tewu mengatakan, sesuai laporan yang ada secara sekilas program yang ada bisa berjalan sesuai dengan target, tetapi ada beberapa hal yang perlu diintensifkan ke depan, yaitu program-program tersebut bisa tersinergikan antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.

Program MCA – Indonesia, lanjut Carlo B Tewu, akan berakhir di tahun depan, dan masih ada kemungkinan di tahun 2017 pemerintah daerah menerima bantuan dana hibah dari mereka. “Ini sangat tergantung dari progres dan laporan-laporan dari pelaksana green day dari 13 proyek yang ada di Sulbar,” kata Carlo B Tewu.

Carlo juga mengemukakan, Pemprov Sulbar sangat mendukung dan mengapresiasi penuh kegiatan MCA – Indonesia tersebut. Tidak hanya itu, Carlo mengharapkan pelaksana green day senantiasa berkaloborasi dengan program pemerintah provinsi, agar tidak terjadi tumpang tindih program pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pihak MCA-Indonesia itu sendiri.

“Program ini sudah mendapat dukungan dari pemerintah. Cuma, bagaimana program yang dilakukan oleh pelaksana green day ini, setiap program berkaloborasi dengan program-program yang dilakukan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Carlo melanjutkan, terkait program energi baru terbarukan di Pulau Karampuang yang  sebentar lagi akan dilaksanakan sesuai agenda yang ada, yaitu bulan Agustus diperkirakan sudah rampung. “Tadi disampaikan akan ada energy baru terbarukan di Karampuang yang sebentar lagi diground backing dan agendanya bulan Agustus sudah selesai,” tandas Carlo.

Selain dihadiri Pj. Gubernur Sulawesi Barat Carlo B Tewu, Senior Advesor MCA –Indonesia Sahrial, Kepala Bappeda Sulbar Dr. Junda Maulana, Bupati Majene Fahmi Massiara dan perwakilan bupati se-Sulbar, OPD terkait dan undangan lainnya. Advertorial

FARID/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR