Ketua Bawaslu RI, Prof. Dr. Muhammad sedang beri sambutan ketika dilaksanakan Launching Pilgub Sulbar 2017 di Mamuju, Sabtu, 3 September 2016. Putra Mandar ini kembali hadir di Mamuju dan malam ini, Jumat, 21 Oktober 2016 kembali menguatkan komitmen Bawaslu dan KPU akan netral di Pilgub Sulbar. (Foto: Zulkifli)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Prof. Dr. Muhammad mempertegas kembali komitmen Bawaslu dalam Pilgub Sulbar 2017. Bahwa Bawaslu RI hingga seluruh jajarannya di tingkat kecamatan di Sulbar ini akan bersikap netral dalam Pilgub Sulbar ini.

Hal ini disampaikan oleh Profesor Muhammad ketika beri sambutan sebelum acara pembacaan dan penandatangan fakta integritas para bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar 2017, d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Jumat malam, 21 Oktober 2016.

“Kami ingin meyakinkan, bahwa demi Allah di Pilgub Sulbar ini, Bawaslu dan KPU akan netral dengan tanpa memandamg bulu. Saya bersumpah demi agama saya jika ada anggota Bawaslu yang goyang atau tidak netral maka kita akan proses secara tegas sesuai undang-undang,” Muhammad.

Menurut pengakuan Prof. Muhammad, saya sangat malu jika orang yang ada di pusat (Jakarta, red) mengatakan bahwa kecurangan Pilkada terbesar ada di Sulbar. Olehnya itu, saya akan mempertarukan harga diri saya dan jabatan saya demi Pilgub Sulbar ini.”

“Saya lahir di tanah Mandar ini. Jika di DPR-RI ada yang mengatakan kecurangan Pilkada terbesar ada di Sulbar, maka kami akan malu. Bapak Ibu jangan ragu, Bawaslu RI, Bawaslu Sulbar, dan KPU Sulbar mempertarukan harga diri demi Pilgub Sulbar,” pungkas Muhammad.

Untuk membuktikan komitmen dan ketegasan Bawaslu dalam menjalankan undang-undang dan peraturan yang mengikat, Muhammad menceritakan kejadian pada Pilkada serentak 2015 lalu.

Ketua KPU Sulbar Usman Suhuriah (kiri) sedang menandatangani Fakta Integritas, Jumat malam, 21 Oktober 2016. (Foto: Risman Saputra)
Ketua KPU Sulbar Usman Suhuriah (kiri) sedang menandatangani Fakta Integritas, Jumat malam, 21 Oktober 2016. (Foto: Risman Saputra)

“Tak perlu ragukan lagi, buktinya pada Pilkada 2015 lalu Bawaslu beri sanksi tegas kepada sekda dan camat yang melanggar ketentuan ASN. Saya dan pak Nasrullah akan mempertaruhkan jabatan,” janji Prof . Muhammad.

Sambutan Muhammad sering mengundang tepuk tangan hadirin. Dirinya bersama Nasrullah—sebagai putra Mandar—akan mengawal Pilgub Sulbar ini.

“Kami akan pertaruhkan jabatan kami demi Pilgub Sulbar ini. Bahkan kami minta jika ada potensi kecurangan di Pilgub maka silahkan laporkan, karena malu kita jika 9 hakim yang ada di pusat menentukan Gubernur Sulbar. Demi Allah saya malu jika Gubernur Sulbar ditentukan oleh 9 hakim di pusat,” kata Profesor Muhammad.

Sembilan hakim yang dimaksud oleh Muhammad adalah hakim di Mahkamah Konstitusi.

“Jadi saya minta kepada para kandidat, terima kemenangan dan juga terima kekalahan. Kasian kita semua dan rakyat yang ratusan ribu yang telah memilih, tapi toh harus dibawa ke Mahkamah Konstitusi, padahal kesembilan hakim itu tidak mengerti keadaan di sini, hanya bolak-balik berkas, lalu lahirkan gubernur baru. Tolong percaya kami Bapak Ibu sekalian. Makanya, kami akan beri jaminan akan bekerja secara jujur, adil, dan tidak akan memihak. Berapa hasil suara yang ada di TPS harus sama yang dibacakan di KPU,” kunci Prof. Muhammad.

ZULKIFLI/RISMAN SAPUTRA/ANDI ARWIN/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR