Mahasiswa PMII Cabang Mamuju dan masyarakat melakukan demo di Mamuju pada Selasa, 24 April 2018. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju bersama masyarakat nelayan menggelar aksi demonstrasi di dua titik sentral pemerintahan di Sulawesi Barat, Selasa, 24 April 2018.

Dari pantauaan kru transtipo.com di lapangan, titik aksi pertama yang diikuti ratusan mahasiswa PMII dan masyatakat di depan di Kantor Bupati Mamuju.

Namun beberapa menit melakukan orasi, Bupati Mamuju tidak kunjung hadir menemui massa sehingga mereka melanjutkan demonstrasi ke titik ke dua yakni Kantor Gubernur Sulawesi Barat.

“Kami kecewa kepada Bupati Mamuju yang tidak bisa menemui kami. Kami datang kesini untuk menyampaikan aspirasi masyarakat atau hak-hak nelayan yang harus dipenuhi dan dipertanggung jawabkan Pemerintah Kabupaten Mamuju,” kata Rusdi, Ketua PMII Cabang Mamuju sembari meninggalkan tempat menuju Kantor Gubernur Sulawesi Barat.

Massa aksi ini membawa beberapa tuntutan sebagai berikut: Pertama, mengusut dan memberi solusi akan nelayan tradisional dan modern terkait mekanisme penangkapan ikan.

Kedua, menuntut pemerataan bantuan ke seluruh nelayan tanpa adanya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Ketiga, hentikan diskriminasi nelayan, sejahterahkan mereka melalui program bukan janji.

Keempat, meminta TNI dan Polri tindaki semua pelanggaran yang terjadi di laut, jangan masuk angin (bom ikan, pukat harimau dan segala bentuk alat tangkap yang dilarang).

Kelima, pertegas aturan akan wilayah tangkap antara nelayan tradisional dan nelayan moderen.

Keenam, konflik horisontal harus diredam sejak dini antara nelayan tradisional dan nelayan modern.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR