Anwar Adnan Saleh (kanan) dan Busran Riandhy (kiri), duduk berdampingan di d'Maleo Hotel & Convention Mamuju, Selasa sore, 25 Oktober 2016. (Foto: Zulkifli)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Laman ini tak sempat memotret tatkala Kalma Katta harus berbelok kiri beberapa langkah setelah keluar dari pintu ballroom Hotel Maleo. Tapi seluruh proses pertautan itu, terbangun apik dan terpantau jelas ‘peristiwa indah’ di Selasa sore tadi.

Ketika ujung mata kiri Kalma menjangkau ada Anwar Adnan Saleh berdiri bercengkrama dengan sejumlah tokoh tak jauh dari sisinya di saat ia melangkah, Kalma kemudian membelokkan badan sedikit lalu persis pada sentuhan langkah kaki yang ketiga, ia rebahkan sedikit lengan kanannya maka tereratlah jabatan tangan sesama mantan pemimpin Golkar ini.

Anwar menyambut keramahan Kalma dengan senyum bersahabat sekali. “Pak Kalma ini sahabat saya. Kami sama bertahun-tahun memimpin Golkar,” begitu sambutan Anwar sembari menerima pelukan Kalma.

Tak satu pun wartawan—yang menyaksikannya—yang tergerak mewawancarai kedua tokoh senior Sulbar ini. Suara Kalma yang pelan tapi berisi, membuat keduanya seolah tak ‘berjarak’ dalam Pilgub Sulbar kali ini.

“Terima kasih pak Anwar,” kalimat pendek itulah yang terucap dari Kalma Katta yang sempat ditangkap laman ini.

Peristiwa mengharukan yang tak cukup dua menit itu telah membantu ‘memori’ puluhan warga yang sempat menyaksikannya, bahwa kompetisi politik itu bukanlah permusuhan sesungguhnya.

Kalma Katta pun berlalu, dan tak lama kemudian Andi Mappangara—Ketua DPRD Sulbar saat ini—pamit kepada Anwar sebab rombongan pasangan ABM-Enny telah keluar dari ruangan besar, tempat penentuan nomor urut para kandidat.

“Rombongan merah’ itu kemudian berjalan kaki hingga di pintu keluar hotel berbintang tiga ini.

ANDI ARWIN/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR