Pengurus TP PKK Sulbar menggelar Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara dalam rangka mewujudkan perempuan Indonesia sehat pada peringatan Bulan Peduli Kanker Serviks dan Payudara (pink and blue day) di gedung Serbaguna Rujab Gubernur Sulbar, Rabu, 1 November 2017. (Foto: Humas Pemprov Sulbar)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Peringatan Bulan Peduli Kanker Mulut Rahim (Serviks) atau yang dikenal dengan Pink and Blue Day diperingati oleh Pengurus TP PKK Sulbar di Ruang Serbaguna Rujab Gubernur Sulbar, Rabu, 1 November 2017.

Ggelar sosialisasi deteksi dini Kanker Serviks dan Payudara ini dalam rangka mewujudkan perempuan Indonesia sehat. Kanker serviks, kata Andi Ruskati, mendapat perhatian dari PKK dan sangat merespon kegiatan tersebut karena berkaitan dengan perempuan.

“PKK akan turun ke lapangan dan sekolah-sekolah untuk menyampaikan bahaya penyakit tersebut. Saat ini, kanker merupakan penyakit urutan kelima yang menyebabkan kematian, yang menyerang wanita umur produktif antara 30-50 tahun. Di Indonesia sendiri 4,3 persen kematian disebabkan oleh kanker,” jelas Andi Ruskati Ali Baal.

Untuk itu dari sosialisasi ini, jelas Andi Ruskati, mari kita implementasikan dan tindak lanjuti dengan mencari solusi untuk menekan angka tersebut.

Sosialisasi tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Ketua Tim Penggerak PKK periode 2017-2021 Andi Ruskati Ali Baal, Kepala Dinas Kesehatan Sulbar dr. Achmad Azis, dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulbar Wahyan Mawardi.

Andi Ruskati yang juga Angotta DPR RI menghimbau kepada perempuan Sulbar untuk memeriksa secara dini ke klinik kesehatan dan menghilangkan tiga kekhawatiran, yaitu malu diperiksa, takut diperiksa, dan takut terjangkit.

“Mari kita hilangkan pikiran-pikiran yang menganggap hal tersebut adalah hal tabu, karena perempuan juga harus sehat, cerdas dan maju untuk menjadi ibu yang berkualitas demi mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas,” pungkas istri Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Achmad Azis memaparkan, dampak kanker serviks dan payudara sangat berbahaya ditinjau dari sudut kesehatan. Juga mengungkap, 25 juta orang sudah terdeteksi kanker payudara dan 15 juta orang telah terdeteksi kanker serviks di Indonesia.

“Mari segera kita melakukan pengobatan agar tidak berisiko ke diri kita karena kanker akan mengganggu jantung dan paru-paru. Penyebab serviks sendiri adalah pola hidup yang tidak sehat dan perilaku yang kurang bersih,” jelas Achmad Azis.

Ketua TP PKK Sulbar Hj. Andi Ruskati Ali Baal (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan Sulbar dr. Achmad Azis. (Foto: Humas Pemprov Sulbar)

Ia menambahkan, untuk turun melakukan pemeriksaan di lapangan, Dinas Kesehatan Sulbar menggandeng organisasi Aisyiah turun ke desa memeriksa langsung perempuan yang berpotensi terkena penyakit tersebut. Dari 40 orang yang diperiksa, dua di antaranya terjangkit kanker serviks.

Pimpinan Muhammadiyah, Wahyan Mawardi yang juga menjadi narasumber memaparkan tentang penjagaan kesehatan reproduksi dalam perspektif Islam, dan menjelaskan bahwa Islam sangat menganjurkan hidup sehat.

“Mari kita semua menjaga kebersihan demi melindungi jiwa raga dan keturunan, serta hidup sesuai dengan ajaran Islam,” pungkasnya.

Sosialisasi tersebut turut didukung oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Sulbar, Dinas Kesehatan Sulbar, BPJS Kesehatan, Persit Korem 142/Tatag, Bhayangkari Sulbar, Dharmawanita Persatuan Sulbar, Pergerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah Sulbar.

FADILAH Kontributor

TINGGALKAN KOMENTAR