Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: Net)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Namanya Hasto Kristiyanto. Ia lahir di Yogyakarta, Kamis, 7 Juli 1966. Ia politisi asli PDI Perjuangan. Ia pernah duduk di DPR RI periode 2004-2009 dari Fraksi PDIP. Kini, Hasto jadi Sekjen DPP PDIP. Boleh dibilang, kini Hasto ‘orang kedua’ dari Megawati Soekarno Putri di partai PDIP. Diolah dari data di internet.

Untuk kali pertama Hasto Kristiyanto datang di Sulbar ini. Sekjen PDIP ini datang untuk membuka Rapat Kerja Khusus dan Trainer of Trainer Badan Saksi Pemilu Nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berlangsung Jumat sore, 30 September 2016, di Ballroom d’Maleo Hotel & Convention Mamuju.

Hasto mengatakan dalam sambutannya, pertemuan PDI Perjuangan pada hari ini adalah untuk menyatukan kekuatan kita untuk bergotong royong menyelesaikan persoalan rakyat yang ada di depan mata kita.

“PDIP akan buktikan bahwa PDIP adalah partai yang satu ideologi dan satu keyakinan untuk memenangkan ABM-Enny di Pilgub Sulbar 2017. Ali Baal Masdar ini telah mengikuti sekolah PDIP. Bukan hanya kader partai yang bisa ikut tapi juga sahabat politik. Ali Baal termasuk siswa berprestasi dalam sekolah kader PDIP,” puji Hasto.

Hasto megatakan, jika pimpinan PDIP dalam hal ini Ibu Megawati sudah memutuskan mendukung satu pasangan, maka semua mesin partai dan kader partai akan menyatukan kekuatan untuk memenangkan calon tersebut.

“Pilkada ini bukan persoalan orang-perorang tapi ini persoalan harkat dan martabat yang harus kita junjung tinggi untuk memenangkan Pilgub. Siapa pun bakal calon gubernur yang diusung oleh PDIP, maka dia harus berani berkomitmen untuk mensejahterakan rakyat,” kata Hasto dengan suara lantang.

Ketika berbicara di hadapan petinggi dan ratusan kader PDIP, Anwar Adnan Saleh mengatakan, “Sudah 10 tahun saya memimpin Sulbar tapi baru pertama kalinya PDIP mengundang saya di acara besar setingkat provinsi.” Penutup kalimat Anwar ini kemudian mengundang tawa kader PDIP yang memenuhi Ballroom d’Maleo Hotel & Convention, Mamuju, Jumat sore.

“Pak JK mengatakan kepada saya: Anwar, mustinya harus ada 5 tahun lagi kau tanamkan kakimu di Sulbar untuk meneruskan perjuangan yang kamu rintis. Setelah saya pikir-pikir, maka saya ambil kesimpulan untuk menarik istri saya di DPR-RI untuk maju sebagai calon Wakil Gubernur Sulbar,” aku Anwar di hadapan Hasto.

Pada Pilgub Sulbar 2017 ini, PDIP mengusung pasangan ABM-Enny. Anwar mengatakan, “PDIP harus memenangkan calon gubernur yang diusung. Kalau kita inginkan semuanya berlanjut, maka silahkan dukung calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung oleh PDIP. Calon lain semuanya baik, calon Golkar juga baik, tapi ada yang paling terbaik,” kunci Anwar.

RISMAN SAPUTRA/ZULKIFLI/ANDI ARWIN

TINGGALKAN KOMENTAR