Salah satu tarian adat Mamasa yang ditampilkan di acara perayaan 50 tahun Gereja Katolik Paroki Santo Petrus Mamasa, Kamis 12 Oktober 2017. (Foto : Frendy Christian)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Kegiatan perayaan syukuran 50 tahun Gereja Katolik Paroki Santo Petrus Mamasa dirangkaikan dengan peresmian gedung Gereja Katolik Santo Petrus Mamasa di Randanan, Desa Buntubuda, Kecamatan Mamasa, berlangsung meriah, Kamis, 12 Oktober 2017, dini hari.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Gedung Gereja Katolik Santo Petrus Mamasa dimeriakan sejumlah kelompok sanggar seni yang menampilkan musik bambu dan tari–tarian adat Mamasa.

Turun hadir dalam acara tersebut Uskup Agung Makassar Mgr. Jhon Liku Ada’ Pr. Bupati Mamasa Ramlan Badawi, Wakil Ketua DPRD Mamasa Orsan Soleman, dan sejumlah Anggota DPRD Mamasa, Kejari Mamasa yang diwakili Kasi Intelejen Agung Arianto, Kapolres Mamasa yang diwakili oleh Kabag Ops Polres Mamasa Kompol Haidir, Danramil 1402 Mamasa Inf. Syafruddin, mantan Bupati Mamasa Obed Nego Deparinding, Sekretaris Umum Gereja Toraja Mamasa (GTM) Yusuf Artha serta sejumlah tokoh–tokoh agama dan masyarakat Mamasa.

Pembukaan kegiatan perayaan 50 tahun Gereja Katolik Paroki Santo Petrus Mamasa menampakan ciri dan khas budaya Mamasa karena selain menampilkan beberapa sanggar seni musik bambu dan tarian adat Mamasa, sejumlah busana pakaian adat Mamasa sengaja dikenakan oleh panitia mulai dari penjemput tamu sampai penerima tamu, bahkan tempat duduk para tamu undangan dan panggung utama pun dihiasi dengan ukiran dan kain tenun Mamasa.

Sekertaris panitia Oktovianus mengungkapkan, kearifan budaya lokal seperti tarian dan busana adat Mamasa memang sengaja ditampilkan dalam kegiatan tersebut sebagai upaya umat dalam menjaga dan melestarikan warisan leluhur.

“Kearifan budaya lokal wajib kita menjaganya dan ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami khusunya umat Katolik, sehingga setiap perayaan besar umat Katolik di Mamasa selalu menampilkan  kearifan kebudayaan lokal seperti tari-tarian adat dan pakaian adat. Hal ini juga sebagai salah satu wujud bahwa Gereja hadir untuk menjaga warisan leluhurnya,” ungkap Oktovianus, dikonfirmasi di sela–sela kegiatan tersebut.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR