Beberapa ekor babi hasil pengadaan barang ternak babi oleh Bidang Peternakan Dinas Pertanian Sulbar tahun anggaran 2018 yang ditolak oleh sejumlah kelompok tani di Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, Selasa, 20 November 2018. (Foto: Petrik)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pada tahun anggaran 2018 ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Peternakan di Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat menyediakan proyek pengadaan barang berupa pengadaan bibit ternak babi dengan sasaran masyarakat di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Informasi hal ini bermula dari kabar salah seorang warga Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa pada pagi tadi, Selasa, 20 November 2018, sekitar pukul 08.25 WITA.

Informasi dari Mambi dimaksud adalah yang bersangkutan melihat jika ada beberapa ekor ternak babi dikumpul di sebuah tempat sekitar kantor Polsek Mambi, Dusun Peba, Desa Minanga, Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa.

Setelah menerima laporan warga, kru laman ini kemudian meminta bantuan kepada salah seorang warga Kecamatan Bambang yang bernama Petrik untuk memotret sekumpulan babi yang dikumpul di tempat yang dimaksud tersebut.

Sembari menunggu hasil jepretan Petrik, kru laman ini menghubungi Haji Sudirman, Anggota DPRD Sulbar dari daerah pemilihan Kabupaten Mamasa, mengonfirmasi perihal adanya ternak babi hasil pengadaan barang Distanak Sulbar untuk masyarakat di sana.

“Iya. Itu benar. Saat ini sejumlah babi itu dikembalikan warga dan dikumpul di area kantor Polsek Mambi. Jelasnya coba tanya pak Tanawali, Kadis Pertanian,” ujar legislator Haji Sudirman di ujung telepon menjawab pertanyaan kru laman ini pada pagi tadi sekitar pukul 08.39 WITA.

Sejurus dengan itu, pertanyaan melalui aplikasi WhatsApp dilayangkan kepada Plt. Kepala Dinas Pertanian Sulbar Tanawali.

“Tadi saya ditelpon juga pak H. Sudirman, Ketua Komisi II (DPRD Sulbar, red) dinda, sementara saya mau hubungi PPTK-nya, apakah spek beda dengan pengadaan yang sudah tersalur saat ini. Untuk sementara itu. Terima kasih atas kontrol dan pemantauannya di lapangan,” begitu penjelasan insinyur Tanawali kepada laman ini.

Sempat diselingi pembicaraan dengan sambungan telepon, Tanawali mengatakan jika ia sedang di tempat orang ramai untuk persiapan acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sejumlah warga Kecamatan Bambang yang membawa ternak babi tersebut ke area Kantor Polsek Mambi, Mamasa, sebab mereka hendak mengembalikan ‘bantuan’ ini ke Pemprov Sulbar, Selasa, 20 November 2018. (Foto: Petrik)

Masih ada tambahan penjelasan Tanawali, “Bantu saya kontrol program kami di lapangan, kenapa, setiap rekanan baik APBN maupun APBD, jangan coba-coba mainkan spek di lapangan.”

Dokter hewan Agus Rauf yang dalam dokumen kontrak pengadaan barang ternak babi tersebut disebutkan sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Distanak Sulbar, belum memberikan informasi perihal yang ditanyakan pada Selasa pagi.

Beberapa pertanyaan yang diajukan melalui nomor WhatsApp pribadinya—meski sudah tertanda dibaca histori pertanyaan tersebut—namun tak sekali pun menjawabnya.

Upaya penelusuran yang dilakukan laman ini, ditemukan sedikit data yang menyebutkan bahwa anggaran pengadaan barang ternak babi ke Kabupaten Mamasa tahun 2018 ini sekitar 430-an juta rupiah. Dokumen kontrak telah selesai dibuat pada Agustus 2018.

Agar kian menebalkan keakuratan tentang adanya sejumlah ekor babi yang dikumpul di area Kantor Polsek Mambi tersebut, maka hal ini dikonfirmasi kepada Kepala Kepolisian Resort (Polres) Mamasa, tak lama setelah selesai mengonfirmasi Tanawali.

Konfirmasi itu disampaikan melalui pesan pendek (sms) ke nomor ponsel Kapolres Mamasa. Namun hingga tulisan ini dibuat, pertanyaan lewat sms itu belum dibalas oleh beliau.

Jelang magrib, sekitar pukul 17.40 WITA, Petrik telah berhasil mengirimkan sejumlah gambar ternak babi yang berada di area kantor kepolisian sektor itu.

Sembari begitu, sekalian dikonfirmasi ke Petrik—pula Haji Sudirman—perihal alasan warga menolak bantuan sejumlah ekor babi dari Distanak Pemprov Sulbar tersebut.

Sudirman dan Petrik beri keterangan nyaris sama: “Warga menolak karena speknya beda dari apa yang diusulkan saat musrenbang dulu, tapi lain yang yang datang. Dulu diminta induk babi, yang datang ini anak babi saja jadi kami mau kembalikan,” kata, Petrik mengulang keluhan warga kelompok tadi di Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR