Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (kiri) sedang berbincang dengan Ross Jaax, Direktur Proyek Program Swisscontack, di ruang kerja Gubernur Sulbar, Mamuju, Kamis, Februari 2018. (Foto: Humas Pemprov Sulbar)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) merupakan salah satu penghasil kakao terbesar di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Untuk itulah, di tahun 2018 ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar merencanakan menyediakan bibit kakao untuk diberikan kepada petani kakao. Dengan begitu maka petani tidak lagi membeli bibit dari luar daerah. Bantuan bibit kakao ini pula sekaligus membantu petani kakao di Sulbar.

Hal tersebut dikemukakan oleh Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar saat menerima kunjungan kerja Direktur Bagian Program Swisscontack, Roos Jaax, di ruang kerjanya, Rangas, Mamuju, Kamis, 1 Februari 2018.

Gubernur Sulbar mengatakan, minimnya perawatan petani membuat kualitas kakao menurun. Dengan adanya sekolah pertanian kakao di Sulbar diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM bagi petani dan para generasi penerus, khususnya di bidang tanaman berbahan cokelat.

“Saat ini, pendampingan petani akan selalu dilakukan oleh pemerintah, terutama bagi tanaman petani kakao yang terserang penyakit dan serangan hama,” kata Ali Baal Masdar (ABM).

Direktur Proyek Program Swisscontack, Ross Jaax mengungkapkan, kunjungan tersebut bertujuan membangun kerja sama yang baik dari pihak swasta maupun pemerintah setempat, demi peningkatan produksi kakao di berbagai daerah.

Foto bersama Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (keempat kiri) bersama sejumlah pejabat Pemprov Sulbar dan Direktur Bagian Program Swisscontack Roos Jaax (kelima kiri) bersama rombongan di ruang kerja Gubernur Sulbar, Mamuju, Kamis, 1 Februari 2018. (Foto: Sarman SHD)

Terdapat beberapa kendala bagi tanaman kakao Sulbar yang dinilai sudah cukup tua, maka dibutuhkan peremajaan kembali bagi tanaman tersebut demi mendapatkan bibit yang diharapkan.

“Kerja sama yang masih terjalin selama dua tahun diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas produksi kakao di Sulbar ke depan, demi proyek yang lebih berkelanjutan. Kami sangat menghargai kerja sama dengan pemerintah daerah di mana Kabupaten Polman, Majene, Mamuju, dan Mamasa masuk dalam kawasan kerja kami,” jelas Ross Jaax.

Kegiatan tersebut turut pula dihadiri Kepala Bagian Perkebunan Dinas Pertanian Sulbar Abd. Waris Bestari, Kepala Sekolah SMK Negeri Kakao Sulbar Sjahrir Tamsih, dan para rombongan dari Swisscontack.

FARID Kontributor

TINGGALKAN KOMENTAR