Tarian daerah yang ditampilkan oleh seniman Polman di acara PIFAF 2017. (Foto: Media Center PIFAF)

PIFAF bisa dijadikan icon sebagai event pariwisata Sulawesi Barat.

TRANSTIPO.com, Polewali – Temu wicara pengembangan kepariwisataan digelar oleh Pemkab Polman di Aula Balitbangreng, Jumat pagi, 4 Agustus 2017.

Hadir selaku pembicara, salah satunya adalah Retno Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Promosi Pariwisata RI.

Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar (AIM) juga hadir. AIM didampingi Darwin Badaruddin, Presiden CIOFF Said Rahmat, Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata Polman Andi Nursami Masdar, Forkopimda, sejumlah camat dan unit kerja Pemkab Polman.

Retno Astuti mengaku mengapreasiasi pelaksanaan PIFAF 2017 ini. Retno menilai, PIFAF potensial menjadi icon promosi dan event pariwisata Sulbar. pasalnya, katanya, sifatnya tak hanya bertaraf nasional tapi internasional. Ini dilihat dari kolaborasi budaya dan wisata masayarakat dengan organisasi internasional yang mengampanyekan seni budaya antar bangsa dengan perlibatan masyarakat luas.

“Daerah bisa mengajukan usulan prasarana obyek wisata untuk pengembangan program PIFAF ke depan. Kita akan menyiapkan standar dan mempromosikan SDM, ASN atau birokrasi maupun industri lokal agar lebih maju dan berkembang lagi sebagai daerah yang menekankan kesejahteraan,” jelas Retno.

Dampak dari penyelengaraan PIFAF, dalam hemat Retno, hendaknya berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat daerah ini. “Tidak hanya pada ekonomi tapi pada pembangunan infrastruktur yang memadai dipandang penting,” kata Retno lagi.

“Wisatawan mancanegara borong produk lokal di pameran PIFAF. Kita lihat dan dengar dari media, itu sangat bagus. Itu bisa didorong lagi promosinya dan penguatan kelembagaan ekonomi berbasis wisata daerah,” jelas Retno.

Terkait hal tersebut, Presiden CIOFF Said Rahmat mengatakan, untuk mengukur kemajuan suatu wilayah dapat dilihat dari kebersihan kota. Said Rahmat jelaskan:

Bupati AIM menyerahkan cideramata produk lokal Polewali Mandar, Sarung Sutera, cokelat, Kue khas Mandar.

Pemkab Polman dipimpin Bupati AIM baru saja menerima penghargaan sertifikat Adipura dari Kementerain Lingkungan Hidup, 2 Agustus 2017.

Said juga mengaku akan menindaklanjuti saran dari Retno dalam upaya memajukan daerah di sektor pariwisata.

“Kita akan melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih melangkah lagi dalam pengembangan kepariwisataan, khususnya saran stokeholder terkait penyediaan prasarana serta SDM pendukung pariwisata dan budaya. Termasuk menjamin kebersihan daerah,” kata AIM.

MEDIA CENTER PIFAF/FRENDI CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR