Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP saat diwawancarai terkait nilai rapor merah Pemprov Sulbar yang diberikan oleh ORI Sulbar, Selasa, 29 Januari 2019. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pelayanan Publik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat mendapat rapor merah dari Ombudsman Repulik Indonesia (ORI) Perwakilan Sulawesi Barat (Sulbar).

Pembacaan hasil ini dilakukan di acara ORI Perwakilan Sulbar yang digelar di ruang rapat lantai II Kantor Gubernur Sulbar terkait penyerahan kepatuhan predikat terhadap pemenuhan standar pelayanan publik tahun 2018. Acara ini dirangkaikan dengan pemaparan kinerja ORI Perwakilan Sulbar, Selasa, 29 Januari 2019.

Menanggapi capaian pelayanan publik yang diberikan ORI dengan zona rapor merah tersebut, Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP mengatakan, kegiatan ini yang dilakukan ORI Sulbar sangat bagus dengan memberikan peringkat-peringkat, supaya ada semangat bagi para penyedia layanan untuk memperbaiki caara-cara mereka memberi layanan publik yang lebih bagus. Terangnya.

“Dengan adanya peringkat-peringkat ini kita akan tahu di posisi mana kita terkait pemberian pelayanan publik kepada masyarakat, dan saya kira itu salah satu tujuan Ombudsman dibentuk untuk menghendel layanan publik di negeri kita,” terang Muhammad Idris DP.

Terkait rapor merah yang diberikan Pemprov Sulbar, pendapat Anda?

Muhammad Idris DP menjawab, kita diberikan rapor merah mungkin karena tingkat capaian kita  rendah, di mana merah itu menandakan ada hal yang tidak patut dipraktekkan kawan-kawan di sini.

Ia juga mengatakan, hasil ini merupakan masukan yang sangat berarti untuk memperbaiki pelayanan kita, tinggal kita lihat kira- kira di mana tempatnya kesalahan itu berada.

“Untuk memperbaikki layanan publik ke depan, kita akan periksa setiap OPD apa yang kurang terutama SOP masing-masing OPD, karena tanpa SOP kita tidak akan bisa melakukan pelayanan yang baik,” jelas Muhammad Idris DP.

Ia berharap berharap tahun depan penilaian pelayanan publik dari ORI Sulbar untuk Pemprov Sulbar itu sudah berubah bukan lagi rapor merah.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR