Ki-Ka: Moh. Naim Samad, Bupati Mamasa Ramlan Badawi, Kepala Desa Keang Adi Wijaya di Kantor Gubernur Sulbar, Rabu pagi, 19 September 2018. (Foto: Ipmapus)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar melantik Ramlan Badawi-Marthinus Tiranda sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mamasa periode tahun 2018 – 2023 di Auditorium Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu pagi, 19 September 2018.

Hadir dalam pelantikan ini adalah Kapolda Sulawesi Barat, Bupati dan perwakilan bupati se-Sulawesi Barat, Plh Sekprov Sulawesi Barat, Anggota dan Pimpinan DPRD Sulawesi Barat, Kasrem 142 Tatag Mamuju, Ketua DPRD Mamuju serta tamu undangan dari instansi pemerintaan kabupaten dan provinsi.

Pada pelantikan yang berlangsung pagi tadi tepat pukul 09.00 WITA dan berakhir satu jam kemudian, tampak memenuhi hampir seisi ruangan auditorium di lantai IV Kantor Gubernur Sulbar adalah undangan dari Kabupaten Mamasa. Pimpinan OPD Pemkab Mamasa, camat hingga kepala-kepala desa dan lurah hadir menyaksikan pelantikan ini.

“Atas nama Menteri Dalam Negeri, saya Gubernur Sulawesi Barat dengan ini resmi melantik Ramlan Badawi sebagai Bupati Mamasa dan Marthinus Tiranda sebagai Wakil Bupati Mamasa masa jabatan 2018 – 2023,” ungkap Ali Baal Masdar.

Dalam sambutan singkatnya, Gubernur Ali Baal Masdar (ABM) mengatakan bahwa dengan selesainya pelantikan ini pemerintahan di Kabupaten Mamasa sudah harus berjalan normal seperti biasanya. Perbedaan pilihan sebelumnya itu hal yang biasa, dan mari kita bersama-sama kembali merangkul, menyatukan niat untuk memajukan Kabupaten Mamasa.

“Kemenangan bupati dan wakil bupati terpilih adalah kemenangan seluruh rakyat Kabupaten Mamasa. Olehnya itu, kalian harus bersama-sama, jangan ada kelompok demi kemajuan daerah yang kalian cintai,” ungkap ABM.

ABM menambahkan agar visi misi Bupati dan Wakil Bupati Mamasa yang sudah disampaikan kepada masyarakat dapat dijalankan dengan baik.

Di akhir sambutannya, ABM berpesan kepada Bupati Mamasa dan Wakil Bupati Mamasa agar selalu memakmurkan Masjid dan Gereja sebagai tempat beribadah baik itu umat Muslim maupun umat Kristiani.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR