Ketua DPC PKB Mamasa Martinus Tiranda (kiri) batal mengikuti pencalonan dalam Pemilihan Wakil Bupati Mamasa pada Rapat Paripurna DPRD Mamasa, Rabu, 28 September 2016. (Foto: Sarman SHD)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pemilihan Wakil Bupati Mamasa telah usai. Dalam Rapat Paripurna DPRD Mamasa, Rabu, 28 September 2016, politisi Partai Golkar Bonggalangi terpilih secara aklamasi sebagai Wakil Bupati Mamasa untuk masa periode 2013 – 2018.

Mulusnya keterpilihan Bonggalangi sebagai Wakil Bupati Mamasa lantaran rivalnya, Martinus Tiranda—politisi PKB—mundur sebagai calon Wakil Bupati Mamasa, tak cukup dua hari dua malam sebelum pemilihan berlangsung.

Peraturan tetap membenarkan calon tunggal dalam pemilihan calon Wakil Bupati Mamasa. Dalam Rapat Paripurna DPRD Mamasa, Anggota DPRD Mamasa yang hadir sebanyak 19 orang, dan 11 Anggota DPRD Mamasa lainnya absen alias tak menghadiri rapat paripurna dewan.

Sebanyak 11 legislator Mamasa yang absen itu berasal dari wakil 4 parpol, yakni: PKB (4 kursi), Demokrat (3 kursi), Nasdem (3 kursi), dan PKS (1 kursi).

Dan, jika tak ada aral, Bonggalangi akan dilantik sebagai Wakil Bupati Mamasa periode 2013 – 2018 pada 10 Oktober 2016.

Pemilihan Wakil Bupati Mamasa ini menyisakan satu cerita. Seorang lelaki yang bernama Manting—yang merupakan orang dekat Martinus Tiranda—mengatakan kepada laman ini pertelepon, bahwa beberapa hari sebelum pemilihan, “PDI Perjuangan beri sinyal kuat untuk mendukung Martinus. Begitu juga Gerindra beri sinyal dukung Martinus. Tapi detik-detik menjelang pemilihan, rupanya berubah,” kata Manting kepada laman ini, 25 menit sebelum tulisan ini dibuat.

“Saya bertemu dengan pak Lukman, yang dari PDIP, termasuk pak Agus. Beliau berjanji dukung Martinus. Kami bertemu di Mamuju,” kata Manting.

Menurut pengakuan Manting, “Gampang itu, kalau perlu saya bawa kayu ke sana kalau kader PDIP di Mamasa tidak mendukung,” kata Manting mengulang pernyataan Lukman.

Ketika Lukman Said dikonfirmasi melalui telepon, beberapa menit sebelum tulisan ini dibuat, dirinya menjelaskan, “Salahko lagi bos. Ini bukan domain saya. Saya tidak boleh mencampuri urusan itu. Saya ini ketua DPC Matra. Tidak etis dan tidak elok kalau saya berkomentar tentang pemilihan wakil bupati di Mamasa, masih ada ketua DPD. Temuiki’ pak Agus, beliau sekarang ada di Mamuju. Kecuali kalau bicara skop yang lain, yang domainnya ADKASI, saya kan ketua umumnya, ya, itu boleh. Tunggu saya besok kita diskusi dinda,” jelas Lukman Said di ujung telepon tanpa kabel.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR