Sekprov Sulbar Drs. H. Ismail Zainuddin, M.Pd (kiri, depan) saat memberikan arahan pada acara Bimbingan Teknis Penyusunan Road Map Reformasi Birokrasi yang berlangsung di d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Jumat, 24 Maret 2017. (Foto: Farid)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Semua organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar diharapkan dapat melakukan suatu gerakan inovasi yang berdampak besar bagi pemerintahan daerah, dan masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar).

Hal tersebut dikemukakan Sekprov Sulbar Drs. H. Ismail Zainuddin, M.Pd saat membuka Bimtek Penyusunan Road Map Reformasi di Lingkup Pemprov Sulbar yang berlangsung di d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Jumat, 24 Maret 2017.

“Saya harapkan saudara-saudara bisa menghasilkan betul-betul di tiap OPD ada gerakan-gerakan kecil, gerakan dahsyat suatu inovasi di institusi kita masing-masing,” jelas Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin.

Ismail Zainuddin juga kemukakan, beberapa hal terkait target capaian dalam perubahan kondisi birokrasi Pemprov Sulbar, di mana jumlah pegawai terlalu besar tetapi dari segi profesional masih belum memenuhi standar.

“Terkadang suatu pemerintah lakukan penerimaan pegawai berdasarkan kepentingannya, bukan karena bentuk pelayanan utuh kepada masyarakat sehingga imbasnya kembali kepada pemerintah daerah Sulawesi Barat itu sendiri. Jumlah pegawai terlalu besar tapi tidak profesional,” tegas Ismail.

Sebuah pemerintah yang bersih, lanjut Ismail Zainuddin, akan meningkatkan kesejahteraan suatu masyarakat. Tidak hanya itu, salah satu jalan keluar tersebut dengan melakukan dan mendukung program Presiden RI Joko Widodo tentang Revolusi Mental.

Dengan Revolusi Mental, kata Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin, hal tersebut dapat merubah pola pikir dan tradisi pelayanan pemerintah kepada publik yang tidak memenuhi syarat.

Ketua Panitia, Muzdalifah, melaporkan bahwa tujuan kegitan tersebut dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pola pikir Aparatur Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terhadap fungsi dalam Penyusunan dan Pelaksanaan road map Reformasi Birokrasi ke arah yang lebih baik.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 46 orang, terdiri dari 40 orang mewakili Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemprov Sulbar, dan masing-masing 1 orang  utusan Pemerintah Kabupaten di Sulbar.

Adapun sumber anggaran berasal dari APBD Pemprov Sulbar Tahun Anggaran 2017 pada Biro Organisasi dan Tata Laksana Setda Provinsi Sulawesi Barat sebesar Rp. 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Pada acara Bimtek tersebut, ketika sedang sampaikan materi, Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin didampingi oleh Kepala Biro Ortala Provinsi Sulawesi Barat Haji Masriadi Nadi Atjo.

FARID/HUMAS PEMPROV SULBAR

TINGGALKAN KOMENTAR