Gubernur Sulbar 10 tahun Anwar Adnan Saleh (ketiga kanan) foto bersama dengan Wagub Sulbar Hj. Enny Anggraeni Anwar (tengah) bersama sejumlah staf Pemprov Sulbar seusai upacara bendera dalam rangka memeringati HUT Sulbar ke-13 di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar, Jumat, 22 September 2017. (Foto: Risman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Sejak Provinsi Sulbar dalam genggaman pada 22 September 2004 silam, setelah itu saban tahun persis di waktu kehadirannya—khususnya bagi Pemprov Sulbar—diperingati sebagai “hari kelahiran” provinsi ini.

Meski agak lain dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Pemprov Sulbar memeringati HUT Sulbar cukup dengan melaksanakan upacara bendera—dengan segala runutan ‘wajibnya’.

Setelah upacara, digelar pula tambahan seremonial, diskusi dan seminar, salah satunya.

Upacara sendiri dilaksanakan di lapangan upacara Kantor Gubernur Sulbar, Jumat pagi, 22 September 2017—persis ulang tahun Sulbar yang ke-13.

Setiap peristiwa memang terkadang menyertakan beragam cerita: entah itu hal-hal yang jenaka, atawa pula sesuatu yang unik.

Pada puncak HUT Sulbar kali ini, terbilang ada yang unik—dan ini telah viral di media sosial dan pemberitaan di media online di Sulbar.

Apa saja kejadian itu?

Selaku pembina upacara, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyampaikan sambutan. Konsepnya sudah tersedia dan siap dibaca.

Dalam urutan dan runutan nama pembuka, sudang barang tentu selalu paling atas itu adalah nama-nama pejabat formal daerah, lengkap dengan jabatannya.

Para gubernur yang pernah memimpin provinsi ini sudah hal lumrah manakala tercantum juga namanya di bagian atas naskah yang dibaca oleh gubernur saat ini—selaku pembina upacara tentunya.

Tapi yang unik—inilah yang jadi bahan perbincangan sejak sehari hingga malam ini—adalah Ali Baal Masdar “lupa” sebut nama Gubernur Sulbar 10 tahun (2006-2016) Anwar Adnan Saleh (AAS).

Pantauan laman ini, juga memastikan betul bahwa nama AAS tak ‘terdengar’ di balik suara mengaung dari pengeras bunyi di lapangan upacara itu.

Nama-nama berikutnya terdengar jelas. Itu artinya nama AAS tak “sempat” disebut Gubernur Ali.

“Itu terserah Dia. Disebut atau tidak terserah yang berbicara. Saya tidak masalah,” kata AAS kepada sejumlah wartawan yang mengerubunginya seusai upacara Jumat pagi tadi.

AAS tambahkan, tergantung masyarakat yang menilai dan adik-adik wartawan.

Apa harapan pak AAS di HUT Sulbar ke-13 ini? “Saya berharap Sulbar lebih baik,” kata suami Hj. Enny Anggraeni Anwar ini—Wagub Sulbar saat ini.

“Sulbar harus lebih baik, itu keinginan saya,” singkat AAS sebelum berpisah dengan wartawan.

Dari Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) ada penjelasan seputar itu.

“Lupalah. Mungkin saya sebut nama semua itu, tidak ada unsur kesengajaan,” kata ABM. Tapi, ABM tambahkan, tak ada unsur kesengajaan.

RISMAN SAPUTRA/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR