Ki-Ka: Raja Mamuju Haji Andi Maksun Dai, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan MenPAN-RB Syafruddin di Mamuju, Kamis, 4 Oktober 2018. (Foto: Biro Humas Sulbar)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) H. Syafruddin mengukuhkan Pengurus Wilayah DMI Provinsi Sulawesi Barat periode masa khikmat 2018-2023.

Pengukuhan ini dilaksanakan di auditorium lantai IV Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Mamuju, Kamis, 4 Oktober 2018, pukul 16.00 WITA sore.

Setelah pembacaan Ayat Suci Alquran, salah satu Ketua DMI yakni HM Natsir Zubaidi membacakan susunan pengurus DMI Provinsi Sulawesi Barat, antara lain Ketua Umum DMI Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, Sekretaris Umum Dr. H. Jamil Barambangi, dan Bendahara Umum Ir. Arifin Raseng.

Setelah pembacaan surat keputusan yang ditandatangani oleh Ketua Umum DMI HM Jusuf Kalla dan Sekretaris Jenderal DMI H. Imam Addaruqutni tertanggal, Jakarta, 4 Oktober 2018, selanjutnya pembacaan Doa yang disampaikan oleh H. Muflih BM dari Kantor Kemenag Sulawesi Barat.

Kemudian Syafruddin tampil menyampaikan arahan untuk topik, yang pertama terkait Dewan Masjid Indonesia dan yang kedua seputar aparatur sipil negara (ASN).

Memang, kehadiran Syafruddin di Mamuju kali ini tak bisa dipisahkan dari jabatannya selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

Sekadar diketahui, Presiden Joko Widodo melantik Syafruddin sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) untuk sisa masa jabatan periode tahun 2014-2019. Syafruddin dilantik untuk menggantikan Asman Abnur. Pelantikan ini berlangsung di Istana Negara Jakarta pada Rabu, 15 Agustus 2018, pukul 10.00 WIB pagi.

Syafruddin diangkat menjadi anggota Kabinet Kerja berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 142/P Tahun 2018 tanggal 14 Agustus 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Kabinet Kerja Dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2014–2019.

Lelaki Mandar kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 57 tahun lalu ini sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia sejak tahun 2016 dengan pangkat Komisaris Jenderal Polisi.

Selama bertugas di Kepolisian, ia juga pernah menjabat Kapolda Kalimantan Selatan terhitung pada bulan Oktober 2010 hingga Desember 2012.

Wakil Ketua Umum DMI yang juga MenPAN-RB Syafruddin di Mamuju, Kamis, 4 Oktober 2018. (Foto: Biro Humas Sulbar)

Di hadapan pengurus DMI dan ratusan pejabat lingkup Pemprov Sulawesi Barat, Syafruddin memulai sambutannya dengan bacaan pendek ayat Alquran. “Wakil Ketua Umum DMI, ya, baca ayat,” ujarnya yang disambut tawa hadirin.

Syafruddin bilang bahwa sebelumnya telah ia sampaikan kepada Ketua Umum DMI HM Jusuf Kalla akan datang melantik dan mengukuhkan pengurus DMI Sulawesi Barat.

“Ada beberapa provinsi yang sudah lama minta dikukuhkan, seperti pengurus DMI Kalimantan Selatan, Papua Barat, Kalimantan Barat. Bahkan sudah tiga bulan antri, tapi saya dahulukan Sulawesi Barat,” sebut Syafruddin.

Ia tak lupa sampaikan salam takzim Ketua Umum DMI HM Jusuf Kalla yang tak sempat hadir.

Kepada pengurus DMI yang akan segera dikukuhkan, Syafruddin berpesan, “Tolong betul-betul dilaksanakan dan diamalkan 10 program pokok Dewan Masjid Indonesia. Penjelasannya ada dalam buku DMI yang akan kita bagikan.”

Chef de Mission Kontingen Indonesia pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018 ini menekankan bahwa senantiasa memakmurkan Masjid. “Menjadikan Masjid sebagai tempat ukhuwah Ismiah dan ukhuwah Insania,” ujar Syafruddin.

Ia juga mengatakan, yang spesifik sekali adalah galakkan wisata reliji berbasis Masjid. “Tolong jadikan Masjid Imam Lapeo di Polewali Mandar sebagai tempat reliji berbasis budaya,” harapnya.

Perihal wisata reliji ini, Syafruddin sampaikan bahwa beberapa waktu lalu DMI telah melaunching wisata reliji berbasis Masjid bertempat di Masjid Agung Cirebon, Gresik. “Kita kerja sama dengan Pesona Indonesia dalam hal ini Kementerian Pariwisata,” ujarnya.

Memang, tambah pak Syaf—sapaannya—Kementerian Pariwisata telah menentukan 4 provinsi sebagai daerah basis wisata reliji, yakni Provinsi Nangroe Atjeh Darussalam (NAD), Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). “Jadi provinsi yang ada barat-baratnya,” sebut Syaf setengah berkelakar.

Lalu ia tambahkan, “Tapi saya tambahkan Provinsi Sulawesi Barat sebagai provinsi yang kelima basis wisata reliji.”

Inspirasi untuk ASN

Lima Bupati di Sulawesi Barat hadir dalam Pengukuhan Pengurus DMI Provinsi Sulawesi Barat di Kantor Gubernur Sulawesi Barat pada Kamis sore, 4 Oktober 2018. (Foto: Biro Humas Sulbar)

“Saya selaku putra daerah tentu saya berterima kasih karena telah dibesarkan dan ditempa di Mandar ini. Kemudian saya pergi ke tanah Jawa sebab kebetulan saya lulus Akabri, lalu saya sekolah di Magelang, Semarang,” kisah pendek Syaf.

Ia bilang, selama sekolah di Akabri, “Saya jungkir balik di sana, toh kelak diridhoi jadi pejabat.”

Saat ia mengatakan itu, ia menyebut nama seseorang, yang tak lain adalah Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Umar Septono. “Beliau paham betul perjuangan kami saat itu.”

Syafruddin mengaku telah 33 tahun lamanya ia abdikan karirnya di kepolisian. “Cukup terjadi pasang surut. Selama karir saya, saya tidak pernah minta jabatan. Tidak sekalipun saya minta jabatan,” terang Syafruddin.

Ia juga bilang bahwa sejak masuk Taruna Kepolisian RI, ia tak pernah mengurus untuk sekolah seperti itu. “Tapi saya selalu juara 1 di sekolah. Bahkan ketika ujian jadi ajudan Wakil Presiden RI, nilai saya tertinggi,” kisah Syafruddin yang disambut tepuk tangan hadirin.

Bahkan, ia pun dengan lantang sebutkan, “Saya sampai jadi Wakapolri, tidak pernah sekalipun keluar dari mulut saya minta jadi Wakapolri. Dan semua inginkan itu saya yang jadi Wakapolri, saat itu. Begitu pula ketika jadi menteri, tidak pernah keluar dari mulut saya mau jadi menteri.”

Soal jadi Menteri Pan-RB ini, Syafruddin sedikit berkisah. Beberapa hari sebelum pembukaan Asian Games 2018, saya diminta oleh Mensesneg agar berikan data dan masukan Presiden bagaimana agar atlet Indonesia juara.

“Saya siapkan, dan memang saya sudah petakan sejak setahun lalu. Lalu saya menghadap Presiden di malam itu juga,” kisah Syaf.

Lanjutnya, di hadapan Presiden saya buka map dan akan saya sampaikan perihal Asian Games dan kajian agar atlet kita juara. Tapi Presiden malah minta saya tutup map.

“Bukan Asian Games yang akan kita bicarakan. Malam ini kita akan bicarakan tentang persiapan pelantikan,” kata Syafruddin mengulang kata-kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Selasa malam, 14 Agustus.

Kata Presiden, cerita Syaf, malam ini kita akan bicarakan tentang pelantilan MenPAN-RB besok jam 10 (Rabu, 15 Agustus, red).

“Dan saya mau lantik pak Syaf. Sekarang kembali persiapkan pelantikan,” perintah Presiden kepada Syafruddin.

Saya tak sempat berpikir, lagi pula saya masih aktif di Polri. Apa bisa! “Sudah, nanti diatur Mensesneg,” sergah Presiden.

Begitulah kisah pendek antara Syafruddin dan Presiden Jokowi.

“Jadi malam itu saya langsung menghadap pak Kapolri. Saya sampaikan besok saya dilantik, dan malam ini saya mengundurdalan diri sebagai Wakapolri. Ini soal etika,” cerita Syafruddin.

Kapolri bilang, “Besok aja.” Tapi saya yakinkan beliau bahwa besok (Rabu, red) saya dilantik.”

Baginya, soal jabatan itu, tanpa dicari pun itu sudah ditulis di lauhul mahfudz.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR