Mamasa Terancam Tak Ikut Porprov III Sulbar, Frans Kila: Belum Ada Laporan Ketua KONI Mamasa

248

TRANSTIPO.com, Mamuju – Minimnya anggaran yang dikelola Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Mamasa, membuat kontingan Kabupaten Mamasa tak bisa ikut alias absen di perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Sulawesi Barat (Sulbar) yang akan berlangsung di Kabupaten Majene dan Polewali Mandar.

Dilansir dari dari laman suaraindonesia.news (Jumat, 2 November 2018), kontingen Mamasa dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Sulbar terancam tidak mengikuti seluruh cabang olahraga (cabor) yang akan digelar di Kabupaten Majene pada 12–19 November 2018 mendatang. Pasalnya anggaran yang dikucurkan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa terbilang minim.

Hal tersebut dipaparkan Sekretaris KONI Cabang Mamasa Yusak saat menggelar konferensi pers di Kompleks Pasar Jenol Mamasa, Sulbar, pada Kamis, 1 November 2018.

Menurut Yusak, meskipun pihaknya belum mengeluarkan surat secara resmi terkait pembatalan pemberangkatan atlet dari masing-masing 11 cabang olahraga yang telah melakukan training center (TC) untuk menghadapi laga Porprov III Sulbar, namun minimnya anggaran yang diberikan pemerintah kabupaten kepada KONI Cabang Mamasa menjadi pertimbangan untuk tidak ikut serta dalam ajang olahraga yang bergengsi di Sulbar ini.

Yusak menjelaskan, pihaknya telah memasukkan permohonan anggaran kepada Pemkab Mamasa sebesar Rp 1,8 miliar untuk kepentingan semua cabor yang akan diikuti, namun anggaran yang diberikan pemerintah hanya sebanyak Rp 600.000.000.

Ia mengatakan, tidak spesifik anggaran yang diberikan pemerintah diperuntukkan kepentingan Porprov, sebab dana yang kami terima sesuai DPA, peruntukannya kepentingan pembinaan cabor di KONI, dan itu juga sudah dialokasikan kepada beberapa cabor yang telah melakukan training center. Sehingga anggaran yang sisa di KONI hanya sebesar Rp 200 juta.

Dikonfirmasi pertelepon, Sekretaris Kabupaten Mamasa Frans Kila mengatakan bahwa dirinya sudah melihat pemberitaan di media, namun sampai saat ini belum ada laporan dari Ketua KONI Mamasa, apakah mereka benar tidak akan ikut atau sebaliknya.

“Saya juga sudah melihat berita di media dinda, dan sampai saat ini belum ada laporan ketua KONI apakah ikut atau tidak,” ungkap Frans Kila ketika dikonfirmasi kru laman ini pada Jumat sore, 2 November 2018.

Frans mengatakan, mengenai anggaran memang sangat minim, dimana waktu jaman saya dulu pada saat Porprov I Sulbar, kami siapakan anggaran itu sampai Rp 1,5 miliar, itu pun kita juga kita masih ngos-ngosan.

“Saya pikir untuk penambahan anggaran ke KONI terkait kegiatan Porprov itu tergantung sama Bupati dan Wakil Bupati Mamasa, apakah akan ada penambahan atau tidak,” ujar Frans Kila.

Di penghujung, Frans Kila mengatakan bahwa mereka akan tetap mencarikan solusi agar kontingan Kabupaten Mamasa dapat mengikuti perhelatan olahraga tingkat provinsi yang akan dihelat di Kabupaten Majene pada 12–19 November mendatang.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR