Farid Wajdi, kini Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Sulawesi Barat, Mamuju, Kamis, 19 April 2018. (Foto: Sarman SHD)

Tulisan ini dikutip dari salah satu judul dalam buku Menjadi ASN Malaqbi (Gerbang Visual, 2017).

Buah pikiran Farid Wajdi ini, judul aslinya adalah Malaqbiq Prinsip Budaya Kerja ASN Provinsi Sulawesi Barat.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Husni Djamaluddin serta penggagas perjuangan Sulawesi Barat menyepati bahwa nilai Malaqbiq—yang disimbolisasi sebagai provinsi Malaqbiq—menjadi tolak ukur pencapaian tertinggi dari keseluruhan tugas pelaksana pemerintahan di Provinsi Sulawesi Barat.

Husni Djamaluddin menyampaikannya secara lugas dan tegas, kata Malaqbiq mengandung makna yag sangat mendalam dan dijadikan sebagai sebuah cemeti (baca: sebuah pegangan atau cambuk, red) untuk membangun Provinsi Sulwesi Barat yang lebih baik.

Gagasan ini kemudian menjadi semboyan, visi da misi pemerintahan saat ini.

Malaqbiq memiliki aspek penting yang harus dikenali setiap penyelenggara pemerintahan di Sulawesi Barat, utamanya Aparatur Sipil Negara lingkup Provinsi Sulawesi Barat. Agar tidak salah arah dan berpikir salah dalam menentukan kebijakan pembangunan yang akan dan telah dilaksanakan.

Aparatur Sipil Negara sebagai aktor pembangunan harus mengetahui dan paham frame Malaqbiq.

Nilai Malaqbiq dan Amalaqbian

Nilai Malaqbiq dan Amalaqbian adalah mengutamakan perilaku mulia, keteladanan, terhormat, dan bermartabat (good personality).

Lawan kata Malaqbiq adalah Matuna, artinya orang hina, perilaku pecundang, tidak dapat dijadikan sebagai teladan, tidak punya kemampuan menghargai orang, bahkan selalu diremehkan oleh orang lain (bad personality).

“Hanya orang-orang terhormat yang mampu menghormati orang lain, dan hanya orang hina yang selalu menghina orang lain. Dan, orang paling hina ketika ia dihina dan tidak melakukan perlawanan,” kata Husni Djamaluddin, suatu ketika di waktu lampau.

Sampul buku Menjadi ASN Malaqbi (Penerbit Gerbang Visual, 2017). (Foto: Sarman SHD)

Hal ini yang penting diketahui oleh seluruh Aparatur Sipil Negara di Sulawesi Barat sebab sesungguhnya mereka adalah pengawal dan penegak Amalaqbian itu.

Malaqbiq merupakan acuan norma yang mendasari aspek kehidupan masyarakat Sulawesi Barat. Sehingga Malaqbiq tidak dijadikan simbol saja tapi semestinya menjadi pandangan hidup bagi masyarakat Sulawesi Barat.

Perwujudan dari nilai-nilai Malaqbiq menjadi tugas utama antara pemerintah dan masyarakat Sulawesi Barat secara keseluruhan, terkhusus kepada Aparatur Sipil Negara.

Sebagai tugas bersama, maka Malaqbiq mestinya diejawantahkan dalam keseluruhan aspek kehidupan maudsian Sulawesi Barat. Nilai Malaqbiq ini dapat menafasi seluruh gerak langkah dan haluan serta alam berpikir manusia Sulawesi Barat.

Sikap dan perilakunya berpotensi menjadi manusia yang dimuliakan dan terhormat manakala senantiasa berprinsip pada kebenaran yang ia yakini, termasuk di dalamnya Aparatur Sipil Negara sebagai penyelenggara pemerintahan.

Sudah sepantasnyalah mejadikan nilai Malaqbiq itu sebagai budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulawes Barat.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR