Ketua KPU Sulbar Usman Suhuriah (kanan) sedang ziarah ke makam Imam Lapeo di Campalagian, Polman, beberapa waktu lalu. (Foto: NET)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulbar rencananya akan menggelar debat kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar guna memperkenalkan visi serta misi semua kandidat yang diusung.

Rencana debat kandidat tersebut akan dilakukan sebanyak tiga kali di salah satu stasiun televisi, baik untuk lembaga penyiaran yang siarannya berskala lokal maupun nasional.

Menurut Ketua KPU Sulbar Usman Suhuriah, rencana ini berkenaan dengan maksud mengenalkan uraian visi misi calon kepada masyarakat luas. Dari penyampaian langsung visi misi calon juga dimaksudkan untuk melihat respons masyarakat terkait para kandidat Cagub dan Cawagub Sulbar, baik yang hadir langsung di acara debat maupun yang melihat melalui audio visual.

“Selain kampanye, KPU juga akan melaksanakan debat kandidat sebanyak 3 kali karena debat adalah sesuatu yang ditunggu oleh masyarkat khususnya masyarakat Sulbar,” kata Usman Suhuriah kepada transtipo.com siang tadi, Selasa, 15 November 2016.

Masih Usman, untuk penyelenggaraan debat, direncanakan pada sesi pertama tanggal 11 Januari 2017, sesi kedua 29 Januari 2017 dan sesi ketiga 9 Februari 207. “Debat tersebut dilakukan untuk mempertemukan semua calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar periode 2017-2022,” jelas Usman.

Karena itu, menurut Usman, KPU berharap semua kandidat sedari awal menyiapkan program, visi serta misi untuk debat antar calon.

Menurutnya, untuk memfasilitasi perlibatan masyarakat dalam memberikan masukan mengenai apa saja yang berkenaan dengan pelaksanaan Debat Antar Calon, secepatnya KPU akan merembukkan bentuk-bentuk partisipasi dari masyarakat.

“Yang jelas bahwa pelaksanaan debat antar calon ini bukanlah by desain secara murni dari KPU tapi akan dikombinasi dari masukan masyarakat, paslon dan konsep dasar dari KPU Sulbar,” urai mantan Ketua KPU Polman ini.

Katanya, teknis pelaksaannya akan disepakati lebih dulu. Ada teknis akan disepakati nantinya dengan peserta debat.

“Teknis tersebut akan jadi koridor para peserta debat terhadap hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan,” kunci Usman.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR