Ketua KONI Sulbar Abdul Hamid (kiri) saat memberikan sambutan dan arahan pada rapat keanggotaan KONI Sulbar 2017 di Hotel Berkah, Mamuju, Minggu, 8 Oktober 2017. (Foto: Arisman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Sulawesi Barat yang rencananya diselenggarakan di Kabupaten Majene tahun 2018, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar rapat.

Rapat keanggotaan KONI Sulbar ini dilaksanakan di Hotel Berkah, Jalan Soekarno-Hatta, Mamuju, Minggu, 8 Oktober 2017.

Selain rapat internal, KONI Sulbar sekaligus membahas rencana pelaksanaan Porprov III di Majene. Rapat ini dihadiri seluruh pengurus KONI Sulbar, KONI kabupaten se-Sulbar, dan pengurus cabang-cabang olahraga yang bernaung di bawah KONI.

Ketua KONI Sulbar Abdul Hamid membuka dan beri arahan dalam rapat ini. “Pengurus KONI di setiap kabupaten harus dan mutlak harus hadir dalam acara ini. Selain kita membahas mengenai keanggotaan KONI 2017, kita juga membahas masalah perlobaan atau cabang olaraga yang harus dipertandingkan di Porprov III nanti,” jelas Abdul Hamid, mengawali sambutannya.

Soal kehadiran pengurus kabupaten, Abdul Hamid tegas. “Ketua KONI kabupaten harus, mutlak dan tidak mesti diwakili, ini demi kelancaran kegiatan Porprov Sulbar ke depan,” kata Hamid, serius.

Kehadiran ketua KONI daerah, sebut Hamid, akan memengaruhi jalannya kegiatan ke depan. “Setiap perwakilan atau cabang olarang yang akan mengikuti kegiatan Porprov nantinya harus diketahui pengurus KONI kabupaten, dari segi jumlah hingga peraturannya,” jelas Hamid.

“Mari kita diskusikan dengan baik dengan memerhatikan asas dari olahraga itu sendiri, karena keberhasilan KONI adalah juga keberhasilan semua pengurus yang ada di dalamnya,” terang Hamid.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga(Dispora) Sulbar Karnoto mengatakan, mudah-mudahan dengan adanya rapat keanggotaan ini pelaksanaan Porprov III nanti terlaksana dengan baik.

“Semoga pelaksanaan Porprov  III tahun 2018 nanti lebih bagus lagi,” kata Karnoto.

Sebagai contoh, pada Popnas yang dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah, sebelumnya kita bisa menduduki peringkat ke-19 dari 34 provinsi yang mengikuti kegiatan tersebut.

Untuk diketahui, urai Karnoto, adapun cabang olahraga yang mendapatkan medali, yakni sepak takraw dari putri menyumbang 2 medali emas, dayung beroleh 1 medali emas, dan 1 medali perunggu dari cabang atletik yakni jalan cepat 5000 meter. “Atlitnya dari Majene,” kata Karnoto.

“Ini merupakan prestasi yang kami anggap cukup luar biasa, di mana kita sudah mampu berbicara di event nasional,” puji Karnoto.

Pejabat Eselon III di Pemprov Sulbar ini bangga, dengan menyebut bahwa Provinsi Sulbar memiliki atlit-atlik yang luar biasa. Bukan hanya sepak takraw dan dayung saja, pasti masih ada cabang olahraga lain yang dapat berbicara ke tingkat nasional.

Olehnya itu, pinta Karnoto, KONI dengan Dispora Sulbar—sebagai mitra kerja—harus menjaga hubungan harmonis untuk bersama-sama mengawal kemajuan  olahraga di Provinsi Sulbar. “Begitupun pelaksanaan Porprov nantinya,” kata Karnoto, menutup sambutannya.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR