Suasana jelang pembukaan Konferprov III PWI Sulbar di lantai III Kantor Gubernur Sulbar, Selasa pagi, 24 Oktober 2017. (Foto: Sarman SHD)

TRANSTIPO.com, Mamuju – ‘Penguatan Profesionalisme Pers untuk Mendorong Percepatan Pembangunan Daerah’. Inilah tema Konferensi Provinsi ke-3 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulbar.

Pembukaan Konferprov III PWI Sulbar ini dilaksanakan di lantai tiga Kantor Gubernur Sulbar. Sejumlah pihak—di luar institusi media—juga hadir. Di antaranya Wakapolda Sulbar Kombes Pol. Endi Sutendi, Wakapolres Mamuju, Kepala Biro Ortala Pemprov Sulbar Masriadi Nadir Atjo, dan sejumlah kepala perbankan di Mamuju.

Dari pengurus PWI Pusat hadir dua utusan khusus, yakni Ketua Bidang Organisasi Sasongko Tedjo dan Ketua Bidang Pembinaan Daerah Atal S. Depari.

Dalam sambutannya, Ketua PWI Sulbar Andi Sanif Atjo, menyampaikan bahwa PWI Sulbar kedepan harus terus mampu meningkatkan sumber daya dan organisasi dalam mengemban tungas untuk membangun daerah.

Ketika tampil berita sambutan, Ketua PWI Sulbar Andi Sanif Atjo mengulas sejarah kelahiran PWI di Sulbar, 11 tahun yang lalu.

“Kami rintis berdirinya PWI Sulbar dengan hanya tiga orang. Dari waktu ke waktu muncullah wartawan-wartawan muda seperti adik-adik sekalian ini,” kata Andi Saif Atjo.

Mantan wartawan Harian Angkatan Bersenjata ini menyebut pula, sejak tahun 2006 lalu itu kita terus mengembangkan PWI. Dan, alhamdulillah sudah bisa seperti sekarang ini.

Lelaki yang telah 40-an tahun memilih profesi sebagai wartawan ini ingatkan kepada segenap tamu dan wartawan yang berada di lantai tiga itu, “PWI harus beri sumbangsih dalam pembangunan daerah. Dan, kepada pihak-pihak yang telah bermitra dengan PWI Sulbar selama ini, tentu kita sangat berterim kasih.”

Dalam sambutannya, Ketua Bidang Organisasi Sasongko Tedjo sebut ada dua hal penting dari kegiatan Konferpov PWI Sulbar ini. Pertama, ucapan selamat bagi PWI Sulbar yang hari ini menyelenggarakan Konferensi Provinsi. Kedua, semoga proses konferensi berjalan dengan baik dan sesuai harapan bersama.

Sasongko Tedjo lanjutkan, “Ada tiga agenda dalam Konferensi Provinsi yang berlangsung kali ini. Yaitu, pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, ini tentu harus disampaikan. Kedua, menyusun program selanjutnya. Ketiga, memilih ketua untuk pengurus lima tahun yang akan datang.”

Sasongko Tedjo berharap agar Konferprov ini berjalan dengan demokratis dan terbuka. Dan, kata Sasongko Tedjo, PWI Sulbar harus mengejar ketertinggalannya dari daerah lainnya di Indonesia.

Konferprov ini dibuka oleh Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin. “Profesi wartawan cukup memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Sulbar. Utamanya dalam memberikan kontrol terhadap jalannya kebijakan pemerintahan di daerah ini,” kata Ismail dalam sambutannya.

Menurut Ismail, kita boleh dikritik dengan tujuan perbaikan untuk mensejahterakan masyarakat. Ia juga menilai, wartawan di Sulbar telah memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

“Wartawannya baik-baik semua dan bahkan beri kontribusi dalam membangun daerah,” aku Ismail Zainuddin. “Yang kadang tak baik adalah wartawan yang biasa singgah. Saya tidak tahu dari mana dan mau ke mana. Kadang saya tanya medianya apa, dia juga tak bisa jawab,” tambah Ismail Zainuddin yang disambut tawa hadirin.

Sekprov Sulbar tutup sambutannya dengan mengingatkan tiga hal. “Setiap organisasi—termasuk PWI—harus mampu melahirkan tiga hal. Pertama, PWI harus dicintai anggotanya. Kedua, PWI mesti disegani mitranya. Ketiga, PWI harus diakui eksistensinya oleh negara dan daerah,” tutup Ismail Zainuddin.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR