Ketua KPU Sulbar Usman Suhuriah (kedua kanan) saat audience dengan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (kanan) di ruang kerja gubernur, Mamuju, Jumat, 24 November 2017. (Foto: Humas Pemprov Sulbar)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Dua kabupaten yang ada di Provinsi Sulbar yang akan melaksanakan Pilkada pada Juni 2018, yakni Kabupaten Polman dan Kabupaten Mamasa.

Menghadapi persiapan Pilkada tersebut, komisioner KPU Sulbar bersama komisioner KPU Polman dan KPU Mamasa melakukan audience dengan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar.

Gubernur Ali menerima tamunya ini di ruang kerjanya, Jumat, 24 November 2017.

Ketua KPU Sulbar Usman Suhuriah menyampaikan kepada guberur, dalam menghadapi persiapan Pilkada di dua kabupaten tersebut, KPU berharap Gubernur Sulbar dapat lebih menegaskan kepada para bupati—yang akan melaksanakan pilkada—agar lebih serius dalam pemenuhan hak identitas kependudukan kepada warga yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih.

“Kita butuh peran pemerintah yang tegas dalam hal ini. Kami berharap gubernur menjalankan seluruh koordinasinya pada bupati mengenai data pemilih. KPU pun sudah siap membantu atas dasar perintah dan aturan undang-undang,” kata Usman Suhuriah.

Mantan Ketua KPU Polman tersebut menyebutkan, terkait partisipasi pemilih, KPU juga mengharapkan adanya upaya sosialisasi kepada masyarakat. Itu disebabkan angka pemilih di Sulbar masih berkisar di 72 persen dan tidak mencapai angka partisipasi nasional.

Ketua KPU Mamasa Suryani T. Dellumaja pada kesempatan tersebut juga mengungkapkan, proses persiapan pilkada di Mamasa akan memasuki tahapan pendaftaran calon perseorangan dan akan ada pemutakhiran data pemilih di bulan Januari mendatang.

“Kendala kami ada pada proses kelengkapan data pemilih karena alat perekam KTP di beberapa kecamatan sudah rusak. Yang masih berfungsi hanya alat yang ada di kabupaten,” kata Suryani.

Terkait data pemih, semua telah diinformasikan ke setiap kecamatan dan desa untuk mempercepat proses tersebut.

“Mari kita sama-sama mengawal,” kata Suryani, singkat.

Hal yang sama juga dikemukakan Ketua KPU Polman Muh. Danial. Disampaikan, sebanyak 69 ribu orang di Kabupaten Polman yang belum melakukan perekaman data.

Untuk itu dibutuhkan dukungan pemerintah provinsi untuk memaksimalkan sosialisasi yang akan dilaksanakan.

“Kita juga sudah membentuk PPK dan PPS, kita minta bantuan untuk memaksimalkan sekretariat PPK. Selain permasalahan alat perekam yang rusak di semua kecamatan, persoalan jaringan juga menjadi hal utama yang kami hadapi, seperti di Kecamatan Bulo dan Kecamatan Tutar,” sebuat Muh. Danial.

Kepada Gubernur Sulbar, juga diminta agar mengimbau kepada ASN untuk mengedepankan netralitas dalam Pilkada.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar langsung memerintahkan Kepala Dinas Dukcapil untuk memberikan bantuan alat perekam KTP kepada masing-masing tiga untuk Kabupaten Polman dan Kabupaten Mamasa dalam rangka membantu untuk memaksimalkan perekaman data.

Mantan Bupati Polman tersebut juga mengharapkan, jajaran KPU provinsi dan KPU kabupaten agar melakukan antisipasi terhadap semua kendala dan masalah sebelum pelaksanaan pilkada. Dan, harus bisa meminimalisir kendala yang ada nanti.

“Pemprov Sulbar akan membantu apa yang menjadi kendala sehingga semua proses pelaksanaan pilkada dapat berjalan lancar,” janji Ali Baal Masdar.

Ia juga menyampaikan, permasalahan terutama kerusakan alat perekam, serta kurangnya kendaraan operasional yang digunakan oleh KPU dan dinas capil kabupaten.

Ia bilang, akan menyurat ke bupati pada kedua kabupaten tersebut untuk sama-sama membantu mengatasi permasalahan tersebut. Terkait kendala jaringan internet, akan mengkomunikasikan dengan PT. Telkom sehingga bisa membantu memaksimalkan jaringan internet yang sulit terjangkau.

FADILAH/HUMAS PEMPROV SULBAR

TINGGALKAN KOMENTAR