Ketua Bawasku Sulbar Busrang Riandhy (kiri, sedang tanda tangan) dalam acara pelntikan Panwaslu Kabupaten se-Sulbar di Mamuju, Senin, 28 Agustus 2017. (Foto: Risman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulbar menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Anggota Panwaslu Kabupaten se-Sulbar di d’Maleo Hotel & Convention, Senin, 28 Agustus 2017.

Acara ini dihadiri oleh Asisten Bidang Pemerintahan Pemprov Sulbar Nur Alam Tahir, Ketua KPU Sulbar Usman Suhuriah, komisioner KPU Sulbar dan komisioner KPU kabupaten di Sulbar, juga sejumlah tamu undangan.

Adapun nama- nama Anggota Panwaslu Kabupaten se-Sulbar dilantik pada Senin, 28 Agustus 2017, berdasarkan Surat 0/2/Bawaslu Provinsi/HK.01.01/VIII/2017, sebagai berikut:

Muhammad Nur, Faisal Jumalang, Rusdin (Kabupaten Mamuju); Sumarding, Arham Syam, Suaib (Kabupaten Polman); Patrik, Rustam, Abdul Hafid (Kabupaten Mamasa); Rustang,Taufiq Walhidayat, Nursalim (Kabupaten Mamuju Tengah); Syamsudin, Nurliana, Andi Nurhadi (Kabupaten Matra).

Kepada pers, Busrang Riandhy—Ketua Bawaslu Provinsi Sulbar—mengatakan, menjelang dua puluh hari akhir masa tugas kami sudah bisa melantik Panwas kabupaten yang akan bertugas di Pilkada serentak 2018 untuk Masama dan Polman.

Empat kabupaten lainnya, kata Busrang, akan mengawasi tahapan pelaksanaan pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) pada 2019 nanti.

“Kami bersyukur karena kurang lebih dua puluh hari menjelang masa tugas kami sebagai Bawaslu Provinsi Sulbar, kami dapat melantik kawan kami Panwaslu Kabupaten,” kata Busrang Riandhy.

Masih Busrang, tentunya kami sedikit legah karena dengan selesainya pelantikan ini, Panwaslu Kabupaten sudah dapat menjalankan tugasnya.

Kami berpesen, kata Busrang lagi, kepada teman-teman apa yang dicapai Bawaslu Provinsi selama lima tahun ditingkatkan, dan jikalau ada kekuranganya itu harus dievaluasi agar tugas pengawasan ini dapat berjalan dengan baik. Pemilihan ke depan ini tantangannya akan lebih luar biasa

“Panwaslu nantinya bukan hanya akan mengawasi, tapi juga akan mengedepankan fungsi pencegahan. Apalagi dengan andanya kewenangan kita melakukan  pencegahan terhapap nertalitas ASN dan kepolisian. Itu yang akan menjadi tantangan yang akan dihadapi oleh Panwaslu ke depan,” aku Busrang.

Mewakili Pemprov Sulbar, Nur Alam Tahir mengatatan, Panwaslu kabupaten yang baru dilantik ini harus menjalankan tugasnya dengan baik, jangan mau diterobos dan ditekan oleh pihak manapun.

“Pekerjaan ini jangan dijadikan sampingan semata. Tugas ini harus dikerjakan dengan cara yang terhotmat, jujur, adil, dan fokus di mana kalian juga harus menjaga netralitas sebagai pengawas Pemilu,” tutup Nur  Alam Tahir.

RISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR