Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Barat Drs. H. Farid Wajdi, M.Pd (kanan) ketika menghadiri kegiatan Pelatihan Pengelolaan Barang dan Aset Daerah di Hotel Berkah Mamuju, Senin, 12 Maret 2018. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Barat kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri menggelar Pelatihan Pengelolahan Barang dan Aset Daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di Hotel Berkah, Mamuju, Senin, 13 Maret 2018.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peserta dalam menyusun dan mengelola barang aset daerah.

Kepala BPSDM Sulawesi Barat Drs. H. Farid Wajdi, M.Pd  mengatakan, pelatihan ini dalam rangka mendorong terciptanya sebuah tata pemerintahan yang bagus dan lebih baik untuk mencapai predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Salah satu unsur WTP adalah pengelolaan barang dan jasa.

Alhamdulillah saat Sulawesi Barat sudah meraih WTP. Kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab kita untuk mempertahankan WTP tersebut. Tanpa kalian WTP tidak akan bisa diwujudkan, karena yang membuat Sulawesi Barat ini WTP adalah pengelola barang dan jasa yang handal yang bisa membuat pelaporan tepat waktu sesuai waktu yang diberikan. Mudah-mudahan semangat yang lalu-lalu ini terus kita bangkitkan sehingga predikat WTP tetap dipertahankan,” ujar Farid Wajdi saat membuka pelatihan.

Aparatur pemerintah, menurut Farif Wajdi, mempunyai kewajiban sebagai penyelenggara pembangunan dan pelaksanaan pemerintahan

“Jadi kita wajib berpegang kepada mekanisme dan tata peraturan sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pesan Farid Wajdi.

Farid Wajdi tambahkan, kita diharapkan untuk mengetahui, memahami dan konsisten berpegang pada peraturan tersebut agar dalam pelaksanaan tugas yang dipercayakan kepada saudara dapat berjalan dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan.

Salah satu pertanggungjawaban yang harus disusun oleh pemerintah adalah penyusunan laporan keuangan dan laporan pengelolaan barang dan aset daerah.

“Semoga pelatihan ini memberikan manfaat yang signifikan utamanya dalam peningkatan kompetensi pengelolaan barang dan aset daerah Sulawesi Barat,” lanjut Farid Wajdi.

Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah belum optimalnya pengelolaan barang dan aset dalam menyusun laporan pengelolaan keuangan maupun menyusun laporan keuangan dan aset daerah.

Salah seorang pemateri Drs. Jumail, M.Si sedang menyampaikan materi pada kegiatan Pelatihan Pengelolaan Barang dan Aset Daerah di Hotel Berkah Mamuju, Senin, 12 Maret 2018. (Foto: Istimewa)

Untuk menjawab permasalahan tersebut, solusi jangka pendek adalah melaksanakan pelatihan bagi pengelola barang dan aset. Olehnya itu, kata Farid Wajdi, saya mengharapkan agar seluruh peserta pelatihan bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini.

“Pelatihan ini disusun dan dirancang untuk kepentingan pemerintah daerah. Untuk itu saya mengharapkan agar peningkatan kompetensi khususnya bagi pengelolaan barang dan aset daerah dapat dimaksimalkan. Saya apresiasi kegiatan ini yang bertujuan capaian WTP, dan harus dipertahankan. Saya harapkan khususnya pada Narasumber untuk dapat memberikan ilmu, informasi dan masukan agar nantinya dapat dikembangkan serta diterapkan sistem yang tepat bagi pemerintah dan pembangunan di Sulawesi Barat,” ujar Farid Wajdi.

Ada tiga kompetensi yang harus dimiliki oleh ASN, yakni kompetensi manajerial, kompetensi tekhnis, dan kompetensi sosial kultural. Selain itu, kompetensi pemerintahan juga wajib diketahui. Kompetensi ini wajib dimiliki karena sangat dibutuhkan bagi ASN.

Kepala BPSDM Sulawesi Barat menutup dengan mengatakan, “Untuk menjadi ASN yang berkualitas, harus memiliki kompetensi ini dan terus meningkatkan pengetahuannya.” Advertorial

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR