Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Irjen Pol Carlo B Tewu sedang mengunjungi kebun Kakao di Desa Tadui Kecamatam Mamuju Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat siang, 17 Februari 2017. Dengan sebuah pisau yang tajam, Carlo B Tewu akan membelah buah Kakao untuk memeriksan dan memastikan kualitas isinya. (Foto: Risman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Provinsi Sulawesi Barat merupakan salah satu daerah penghasil Kakao terbaik di Indonesia. Bahkan provinsi ke-33 di Indonesia adalah daerah penghasil Kakao terbanyak.

Untuk mempertahakan kelestarian dan hasil produksi Kakao di bidang perkebunan, Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Irjen Pol Carlo B Tewu sengaja mengagendakan ruang dan waktu melakulan kunjungan ke salah satu kebun percontohan Kakao di Provinsi Sulawesi Barat, yakni di Desa Tadui Kecamatam Mamuju Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat siang, 17 Februari 2017.

Dalam kunjungan itu, Carlo B Tewu didampingi oleh M. Hasan, Kepala Bidang Perbenihan dan Perlindungan Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat bersama Tim Pengelola Kebun Percontoan Kakao.

Di Tadui itu, Carlo melihat langsung pembibitan Kakao secara sambung pucuk. Carlo mengelilingi pepohonan Kakao di kebun itu. Ia hendak melihat dan memeriksa  buah mana yang baik dan dan buah yang sudah terserang hama penyakit.

Sembari mengitari kebun Kakao itu, Gubernur Carlo dan Hasan sesekali berbincang santai. Dalam perbincangannya—salah satunya—Hasan bilang pada jenderal bintang dua ini, produksi Kakao agak berkurang disebabkan karena umumnya tanaman Kakao masyarakat kita sudah berumur 30-an tahun.

Menurut Hasan, produksi tanaman Kakao itu jika masih berumur 20 tahun sampai 25 tahun. Penyebab lainnya, jelas Hasan, masyarakat kita masih banyak yang belum menggunakan bibit.

Masyarakat beralasan, dengan ketersediaan bibit unggulan masih sangat kurang. Dan, yang paling banyak membuat produksi Kakau kita menurun yakni adanya serangan hama penyakit.

Seusai mengelilingi kebun Kakao di Tadui, Gubernur Sulbar Carlo B Tewu kemudian menerima sejunmlah pertanyaan dari wartawan.

“Memang ini menjadi kepedulian kita di Provinsi Sulawesi Barat, di mana kita ketahui bersama bahwa Kakao menjadi prodak unggulan kita. Bahkan sebelum terbentuk Provinsi Sulaweesi Barat, Kakao telah menjadi target utama kita,” kata Carlo B Tewu.

Menurut Pj Gubernur Sulbar ini, kita ketahui dari tahun 2013 sampai tahun 2015 kita mengalami penurunan produksi Kakau secara signifikan.

“Olehnya itu, di tahun 2017 kita akan melakukan yang terbaik untuk meningkatkan kembali hasil produksi Kakao yang menjadi komoditi unggulan Provinsi Sulawesi Barat,” jelas Carlo Tewu.

RISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR