Kasrem 142/Tatag: TMMD Beri Empati, Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

129
KASREM 142/TATAG KOLONEL INF. YUSUF SAMPETODING, MAMUJU, SENIN, 27 SEPTEMBER 2021. (FOTO: AHMAD)

“TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri”

TRANSTIPO.com, Mamuju – Perencanaan sasaran TMMD baik fisik maupun non fisik dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme dari bawah ke atas atau Bottom Up Planning, yaitu proses perumusan Pembangunan yang dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Desa sampai Kabupaten.

Hal ini dikatakan oleh Kasrem 142/Tatag Kolonel Inf. Yusuf Sampetoding kepada awak Media di Mamuju, Sulawesi Barat, pada Senin, 27 September 2021.

“Sasaran yang dipilih berdasarkan skala prioritas diteliti dan dipadukan dengan rencana program Pembangunan Pemerintah Daerah pada tingkat Kabupaten,” ucap Kolonel Inf. Yusuf Sampetoding.

Pada pelaksanaannya, sebelum TMMD dilakukan di lokokasi sasaran program yang bernafaskan Kerakyatan, program ini terlebih dulu dilaksanakan atau yang dikenal Pra TMMD.

Lebih jauh dikemukakan oleh Pria Alumni Akmil 1995 ini, bahwa Pra TMMD dilaksanakan menurut pertimbangan Dandim selaku Dansatgas. Menurutnya, apabila obyek yang dikerjakan tidak memungkinkan selesai dalam waktu 30 hari, maka perlu dilaksanakan Pra TMMD dengan melibatkan unsur TNI, Pemda dan masyarakat dalam mengerjakan sebagian sasaran sebelum pembukaan TMMD.

“Dandim yang harus melihat apakah sasaran fisik dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan atau tidak, kalaupun tidak maka dilaksanakan Pra TMMD,” tandas Kasrem 142/Tatag di Makorem, Simboro, Mamuju.

Kolonel Inf. Yusuf Sampetoding mengatakan, pelibatan personel dalam mendukung pelaksanaan TMMD ke-112 di Desa Banea dan Desa Batang Uru, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, sebanyak 150 personel: terdiri dari unsur TNI dan Polri serta dari Pemkab Mamasa pula dibantu masyarakat setempat.

“Sasaran pelaksanaan TMMD ke-112 di Kabupaten Mamasa dengan program fisik maupun non fisik, sasaran fisik berupa pelebaran jalan sepanjang 4 km, pembuatan duiker, MCK, rehab dua buah Gereja dan beberapa pembangunan lainnya. Sedangkan untuk sasaran non fisik berupa penyuluhan dan pemutaran film,” ujar Kolonel Inf. Yusuf Sampetoding.

Pihaknya juga berharap, TMMD ini bermanfaat bagi masyarakat dan membantu segala kesulitannya, serta diharapkan masyarakat tetap merawat bantuan berupa bangunan yang telah dibuat oleh Satgas TMMD agar penggunaannya bertahan lama.

Diketahui, pelaksanaan TMMD ke-112 di wilayah kerja Kodim 1428/Mamasa T.A. 2021 dilaksanakan selama 30 hari, mulai tanggal 15 September sampai dengan 14 Oktober 2021.

Di bawah pimpinan Letkol Inf. Stevi Palapa sebagai Dansatgas TMMD ke-112 di Kabupaten Mamasa, di hari ke-13 ini — Senin, 27 September 2021 — sasaran fisik seluruhnya hampir rampung kecuali pelebaran jalan yang baru mencapai 50 %.

Diinformasikan pula, pelebaran jalan sejauh 4 Km merupakan jalan yang menghubungkan dua Desa, yakni Desa Batang Uru dan Desa Banea, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa.

Dua Desa ini merupakan kawasan yang kaya akan sumberdaya alam, di antaranya hasil perkebunan dan pertanian yang hasilnya mampu menopang pemberdayaan masyarakat di desa sekitarnya, termasuk mendorong iklim perdagangan di tingkat lokal di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat.

SARMAN SAHUDING

TINGGALKAN KOMENTAR