Kegiatan Sinkronisasi dan Koordinasi Perencanaan Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Terpadu 2017, dilaksanakan oleh Kemendikbud di Bandung, Jawab Barat, 29 – 31 Maret 2017. (Foto: Mahyuddin)

TRANSTIPO.com, Bandung – Kota yang dingin ini belum ada tandingannya soal ketaatan warganya ketika sedang berkendara di jalan raya, dalam skala negeri kita. Nyaris tak pernah terdengar bunyi klakson dari kendaraan roda empat atawa roda dua.

Macet, iya. Tapi semepet dan bagaimanapun kendaraan di kota kelahiran artis Ariel Noah itu, tetaplah tangan-tangan penyabar itu tak sudi memencet tombol penyebab bunyi yang tak keruan. Toleransi sesama pengendara begitu tinggi—wajarlah jika Kota Bandung menjadi salah satu kota terpadat di dunia yang sunyi bunyian klakson.

Di Kota Bandung inilah sebuah perhelatan ‘kecil’—yang tentunya diharapkan berdampak besar—dilaksanakan. Sang tuan rumah bukanlah entitas warga Bandung, Jawab Barat. Tapi si empu kegiatan ini adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI). Dilaksanakan selama tiga hari—29 hingga 31 Maret—di sebuah hotel berbintang.

Nama kegiatannya adalah Sinkronisasi dan Koordinasi Perencanaan Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Terpadu 2017. Pertemuan ini merupakan forum koordinasi antara Kemendikbud dengan dinas pendidikan provinsi dan biro perencanaan dan KLN se-Indonesia.

Tujuannya, mewujudkan rencana dan program pendidikan yang sesuai dengan kaidah pPerencanaan: sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh, dan tanggap terhadap perubahan.

Kegiatan ini dipandang penting guna memfasilitasi dan menunjang sinkronisasi dan koordinasi perencana pendidikan di daerah secara terpadu antara pusat dengan provinsi.

Hasil program perencanaan daerah terpadu ini akan membuahkan manfaat yang optimal dalam rangka mencapai outcome dan output yang terukur, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sebagaimana yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019.

Semua daerah akan berpedoman pada RPJMN—tentu pula, ini akan dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) oleh Gubernur Sulawesi Barat yang baru (pemenang hasil pilihan rakyat di Pilgub Sulbar 2017 yang lalu).

Kita (daerah), ke depan akan kian mengencangkan ikat pinggang dalam membuat program, di mana kita harus mengutamakan program-program yang selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat untuk mencapai sasaran meningkatkan akses layanan demi meningkatnya SPM di bidang pendidikan secara khusus.

Konsep penghematan ini senantiasa disampaikan oleh bapak Pj. Gubernur Sulbar Irjen Pol Carlo Brix Tewu. Semangat itulah yang kami emban dalam menyusun program ke depannya. Semoga kita bisa maksimalkan motto: Merencanakan, Menganggarkan, dan Melaksanakan Sesuai harapan. Tabe’ Advertorial

MAHYUDDIN

TINGGALKAN KOMENTAR