Abdul Waris Bestari. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Tim penetapan harga tandan buah segar (TBS) kembali menggelar rapat terkait penentuan indeks K dan harga tandan buah segar (TBS) di Hotel Berkah, Jalan Soekarno Hatta Mamuju, Rabu, 6 Juni 2018.

Rapat penetapan dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Penetapan Harga TBS Abdul Waris Bestari. Ia didampingi oleh Sekertaris Tim, Kimoto Boda. Rapat ini dihadiri perwakilan perusahan serta petani sawit se-Sulawesi Barat.

Rapat dimulai pada pukul 15.30 WITA dan berakhir pada pukul 17.30, sore, dengan keputusan yakni harga indeks K ditetapkan sebesar 78.00% dan harga TBS yang berusia 10 sampai 20 tahun ditetapkan sebeaar Rp. 1,228,34.

“Jika bulan lalu harga TBS mengalami penurunan, di bulan ini lagi-lagi mengalami penutunan sekitar Rp 30 lebih. Yang tadinya Rp. 1,265,19 menjadi Rp 1,228,34,” kata Abdul Waris Bestari seusai rapat.

Ia menjelaskan, penurunan harga sawit lagi-lagi terjadi disebabkan karena adanya penurunan pembelian CPO dari negara luar, di mana India saat ini belum berminat membeli CPO dari Indonesia.

“CPO kita memang melimpah namun karena tidak ada negara lain yang berminat membeli sehingga harga sawit kita di tiga bulan terakhit ini selalu mengalami penurunan,” sebut Waris Bestari.

Namu, Waris berharap agar petani sawit tetap menjaga kualitas buah sawitnya dan perusahaan juga tetap berkomitmen menjaga CPO, sehingga dengan sendiriya nanti ada negara lain yang akan membeli hasil CP0 kita.

Di tempat yang sama, Ketua Gabungan Perusahaan kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sulawesi Mucthar Tonang mengatakan, jika penurunan harga sawait TBS di Sulaweai Barat itu terjadi atas efek internasional, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Karena serapan kelapa sawit mengalami hambatan di seluruh dunia sehingga pembelian CPO kuarang, dan itu berdampak pada harga TBS di negara lain, termasuk di Indonesia,” aku Muchtar Toang.

Olehnya itu, katanya, kita terus berupaya untuk mencari pasar baru di negara lain terkait pembelian CPO kita sehingha diharapkan dapat memberikan dampak positif  terhadap harga TBS di Sulawesi Barat.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR