Suasana rapat penetapan TBS di Sulbar, Selasa, 9 Juli 2019. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Tim penetapan harga buah sawit kembali menggelar rapat terkait penentuan indeks K dan tandan buah segar (TBS) di Hotel Berkah Mamuju, Jalan Soekarno Hatta, Selasa, 9 Juli 2019.

Acara dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Perkebunan Sulbar Abdul Waris Bestari, didampinggi Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sulbar Kimoto Boda.

Hadir pula pembina Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sulawesi Muchtar Tonang serta perwakilan perusahan sawit dan petani sawit di Sulbar.

Perusahaan yang ikut dalam penetapan harga TBS yaitu  PT Unggul WTL, PT Letawa, PT Pasangkayu, PT Surya Raya Lestari, PT Manakarta Unggul Lestari, PT Wahana Karya Sejahtera M, dan PT Primanusi Global Lestari.

Kimoto Boda mengatakan sesuai data yang sudah kita klarifikasi ke perusahaan, dengan kesepakatan bersama, bulan Juli 2019 ditetapkan indek K sebesar 78.34 persen dengan harga TBS sebesar Rp950.59.

“Dari hasil klarifikasi ke pihak perusahan, kita tetapkan indeks K sebesar 78.34 persen dengan harga TBS umur 10 sampai 20 tahun sebesar Rp950.59 sen,” kata Kimoto Boda.

Ia juga menjelaskan penurunan harga kali ini disebabkan karena harga Crude Palm Oil (CPO) di tingkat dunia memang mengalami penurunan harga sehingga indek K yang kita tetapkan tadi setelah menglasifikasi kepada pihak perusahaan sehingga kita bisa tetapkan indek K hanya 78.34 persen.

“Penetapan harga kali ini kita bahas hampir 5 jam, karena harga CPO memang rendah dibandingkan bulan Juni kemarin,” beber Kimoto Boda.

ARISMAN

TINGGALKAN KOMENTAR