Kebakaran Pasar Mambi, Kabupaten Mamasa, Jumat, 21 Desember 2018, sekitar pukul 02.00 WITA. (Foto: Net)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Sekitar pukul 04.30 WITA subuh tadi, Jumat, 21 Desember 2018, saya memelototi akun dinding facebook. Saya terhenyak ketika menemukan salah sebuah akun medsos milik seorang warga di kota Mamasa, Kabupaten Mamasa, dengan sebuah pesan menyolok di dinding akunnya: “Pasar Mambi Kebakaran”.

Seusai waktu sembahyang subuh, saya—termasuk istri saya—kemudian mengontak sejumlah nomor ponsel milik kerabat di Mambi, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa. Mereka membenarkan kejadian itu bahwa pasar Mambi terbakar.

Foto-foto terkait terbakarnya pasar Mambi itu telah beredar luas di media sosial facebook sejak pagi, Jumat ini. Foto-foto itu saya ‘copy paste’ untuk keperluan informasi di laman ini.

Siang ini pasca sembahyang Jumat, saya mengontak sejumlah pihak yang kompeten untuk mengonformasi seputar kejadian kebakaran pasar Mambi itu.

Kebakaran Pasar Mambi, Kabupaten Mamasa, Jumat, 21 Desember 2018, sekitar pukul 02.00 WITA. (Foto: Net)

Sejumlah nomor ponsel pribadi pejabat Pemkab Mamasa saya hubungi namun tak ada sahutan: ada yang tidak aktif, dan ada juga yang tak menjawabnya.

Pintu informasi saya mulai dapatkan dari Kepala Bidang Bumas Polda Sulawesi Barat (Sulbar) AKBP Hajjah Mashura. “Tunggu yaa, saya konfirmasi ke lokasi,” kata AKBP Mashura meminta saya menyudahi dulu ‘konfirmasi’.

Hanya dua menit kemudian, pejabat kepolisian berhijab ini mengontak saya. “Sejumlah nomor yang saya hubungi ke lokasi tidak aktif. Tapi tadi pagi tim intel kita (Polda Sulbar, red) sudah berangkat ke lokasi,” begitu penjelasan AKBP Mashura kepada saya.

Tak lupa ia tambahkan, “Nanti kalau sudah ada informasi dari intel kami baru saya share, ya.”

Informasi yang lebih detail datang dari Haji Sudirman. Dari pengakuan Anggota DPRD Sulbar ini, rupanya ia berada di lokasi saat kejadian, pada semalam atau dinihari itu.

Kebakaran Pasar Mambi, Kabupaten Mamasa, Jumat, 21 Desember 2018, sekitar pukul 02.00 WITA. (Foto: Net)

“Menurut pantauan kami dan sejumlah warga Mambi, kami simpulkan sementara bahwa penyebab kebakaran di pasar Mambi sekitar pukul 02.00 WITA itu karena ada konslet listrik,” kata Haji Sudirman menjawab di ujung telepon tanpa kabel yang saya wawancarai beberapa menit yang lalu.

Dengan nada kecewa, Sudirman bilang, “Inimi sudahnya karena di pasar Mambi hanya 1 meteran listrik disambung-sambung ke semua gardu atau penjual yang ada di pasar.”

Bayangkan, kata Sudirman, jika 200-an gardu atau petak tempat jualan di pasar Mambi pakai listrik dengan cara sambung-sambung kabel. “Semrawut sekali itu pasar, dinda,” katanya setengah menggerutu.

Pasar Mambi dibangun pada tahun 2014 lalu. “Ini tahap pertama,” ujar Sudirman. Ia tambahkan, “Nanti pada tahun 2015 dibangun lagi untuk tahap kedua.”

Pasar ini dibangun di atas lahan tak kurang 2 ha. Legislator Sudirman seolah hendak menumpahkan kekesalannya melihat pasar Mambi itu.

Kebakaran Pasar Mambi, Kabupaten Mamasa, Jumat, 21 Desember 2018, sekitar pukul 02.00 WITA. (Foto: Net)

Ia kritik Pemkab Mamasa. “Setiap hari pasar, ada petugas memungut retribusi kepada semua penjual yang jumlahnay ratusan,” katanya. Tapi anehnya, sebutnya, pasar ini tidak diurus oleh Pemkab Mamasa dalam hal ini Dinas Koperindag Mamasa.

“Masak biar petugas pasarnya tidak ada. Selain itu masalah instalasi listrik, sampah di pasar itu sudah kayak apa,” keluahnya. “Ada memang tempat pembuangan sampah, tapi sudah lama penuh. Jadi sampah itu berserakan di mana-mana,” tambahnya.

Sudirman sarankan, jika memang Dinas Koperindag Mamasa tak sanggup menangani manajemen pasar itu, “Iya, kewenangan pengelolaan pasar kepada Pemerintah Kecamatan Mambi bersama Pemerintah Kelurahan Mambi. Coba lihat dinda, masak setiap hari pasar macet terus jalanan. Kan seharusnya ada petugas parkir pasar.”

Intinya, harapan Sudirman, Bupati Mamasa perlu turun tangan benahi pasar Mambi itu. “Kan, ketika ada kejadian begini, kebakaran, baru kita bertindak. Jadi sebaiknya pasar itu diurus baik-baik,” saran Sudirman.

Kebakaran Pasar Mambi, Kabupaten Mamasa, Jumat, 21 Desember 2018, sekitar pukul 02.00 WITA. (Foto: Net)

Kabar-kabar dari lintasan perbincangan baik melalui aplikasi WhatsApp maupun facebook, terangkum satu asumsi bahwa penyebab kebakaran pasar Mambi bersumber dari percikan listrik dari salah seorang pemilik kios atau gardu.

Api dari salah sebuah gardu itulah yang menyebar hingga menghanguskan sekitar dua lods di tengah pasar Mambi itu. dari informasi yang beredar, hingga tulisan ini dibuat, tidak ada korban jiwa.

Pemadaman api di pasar Mambi pada jam dua dinihari itu dilakukan secara bersama-sama oleh warga Kelurahan Mambi. Sebelum fajar terbit di ufuk, api sudah berhasil dipadamkan.

Taksiran kerugian atas kebaran pasar Mambi itu, belum ada pihak yang beri keterangan secara resmi.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR