Para pengendara telah melintas—di jalur kanan—di atas Jalan Arteri Mamuju, Sabtu, 29 September 2017. (Foto: Sarman SHD)

Pemprov Sulbar komitmen lanjutkan pembangunan jalan Arteri, Mamuju.

Kadishub Sulbar Khaeruddin Anas: pak gubernur minta segera lakukan rapat.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Terkait kelanjutan pembangunan jalan arteri, Kepala Dinas Perhubungan Sulbar Khaeruddin Anas, ketika ditemui sejumlah wartawan saat mengikuti kegiatan di Polda Sulbar, Jalan Ahmad Kirang, Mamuju, Kamis, 29 September 2017, mengatakan bahwa akan melakukan rapat terkait kelanjutan pembangunan arteri.

“Kemarin saya sudah bicara dengan Kadis PU Sulbar. Kebetulan ada dari Satker Balai Jalan. Saya sampaikan kita akan lanjutkan rapat persoalan kelanjutan pembangunan arteri ini,” kata Khaeruddin Anas.

Menurut Khaeruddin Anas, sebenarnya yang mengambil peran ini adalah Kepala Dinas PU Sulbar. “Tapi karena pak gubernur minta untuk segara melakukan rapat, mungkin saya nunggu kepala dinas dulu tiba di Mamuju untuk kemudian kita tindaklanjuti bicarakan kelanjutan arteri,” lanjut Khaeruddin Anas lagi.

Ia juga menjelaskan, akan memantau pembangunan tahap pertama dan meminta pendampingan dari Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

“Pemantauan tahap pertama ini adalah kita mencoba untuk identifikasi apa sih permasalahan dan seberapa jauh persiapan untuk itu. Kemudian rencana berikutnya adalah, kita minta supaya segara dilakukan pendampingan dengan tim TP4D, dari kejaksaan supaya semua mekanisme ini bisa jalan dengan baik,” tutup Khaeruddin Anas.

Pantauan laman ini, sudah beberapa pekan terakhir Jalan Arteri Mamuju dilalui oleh kendaraan roda empat dan dua. Tapi baru satu jalur, di bagian kiri jika Anda melintasinya dari arah Mamuju kota hingga ke depan Kantor Pemprov Sulbar.

Meski belum dibuka secara resmi, kendaraan tampak berseliweran tiada henti—dari pagi hingga petang.

Terutama bagi ASN Pemprov Sulbar dan warga Rangas, Jalan Arteri sudah mulai akrab bagi mereka. Kru laman ini juga sudah beberapakali melintasinya.

Pembatas dua jalur dengan empat lajur itu, kini sudah ditanami bunga. Sudah tampak menghijau, walau dedaunannya masih merambat ke tanah alias baru saja tumbuh.

Petugas penyiram bunga di taman tengah Jalan Arteri ini saban dua kali sehari menyiramnya.

Jika sore hari, sejumlah muda-mudi datang berpelesir di sudut-sudut tertentu Jalan Arteri ini untuk sekadar berfoto. Tampak ada yang berdua, ada juga yang bergerombol—mungkin satu keluarga.

Memilih latar Pulau Karampuang, tentulah begitu indah dipandang di layar telpon pintar tentunya.

Ini karya besar AAS (Anwar Adnan Saleh dan Aladin S. Mengga) sejak memimpin Sulbar selama lima tahun, yang lalu.

Jalan ini manfaatnya akan begitu besar. Tentu pula ini Amaliah—yang hanya Tuhan yang tahu dan besaran ganjarannya.

ZULKIFLI

TINGGALKAN KOMENTAR