IZ, Gubernur Pelanjut Transisi Sulbar?

1749

TRANSTIPO.com, Mamuju – Bisik-bisik di ruang-ruang publik telah mulai menyebut nama Ismail Zainuddin sebagai calon Penjabat Gubernur Sulbar, setelah secara resmi jabatan Anwar Adnan Saleh berakhir pada tengah Desember 2016.

Jika suara-suara sumbang itu kelak jadi benar, maka Ismail Zainuddin—birokrat senior lintas peran di kelembagaan pamong Negara yang kini Sekda Pemprov Sulbar—akan memimpin secara formal pemerintahan dan pembangunan provinsi ini selama tak kurang 6 bulan, terhitung sejak pertengahan Desember nanti.

Memang, Gubernur Sulbar Anwar Anwar Saleh sudah pernah beri isyarat, bahwa yang paling bersyarat jadi pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulbar adalah Ismail Zainuddin.

“Tapi yang akan menentukan nanti siapa Plt Gubernur Sulbar adalah Presiden melalui Mendagri. Tapi, jika nantinya saya diminta pertimbangan oleh Presiden melalui Mendagri, maka tentu saya akan menyebut bahwa Ismail Zainuddin sekarang Eselon I. Pak Aksan juga Eselon I tapi dia dalam posisi sebagai rektor Unsulbar,” begitu penjelasan Anwar Adnan Saleh kepada 30-an wartawan di mamuju, beberapa hari yang lalu.

Anwar menepis jika dirinya dianggap sudah pernah mengusulkan nama Ismail Zainuddin sebagai calon Penjabat Gubernur Sulbar.

“Saya belum pernah mengusulkan. Itu wewenang Presiden melalui Mendagri,” kata Anwar sembari menyunggingkan senyum kepada sejumlah wartawan, kala itu.

Siang tadi, di d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Ismail Zainuddin melayani sejumlah pertanyaan dari wartawan. Ismail mengatakan, memang tangal 14 Desember mendatang pak gubernur akan mengakhiri masa jabatanya dan yang menjadi pengganti beliau itu belum kita tahu.

“Ya, kita menunggu saja keputusan dari pimpinan yang tertinggi. Memang salah satu yang bersyarat untuk menggantikan beliau adalah sekertaris daerah provinsi (Sekda Sulbar, red). Di dalam klausul UU tentang pemerintahan daerah disebutkan bahwa di dalam pemerintahan daerah, apabila gubernur telah selesai melaksanakan tugasnya dan Kementerian Dalam Negeri belum mengangkat pejabat gubernur, maka yang melaksanakan tugas tersebut adalah sekretaris daerah (Sekda),” urai Ismail Zainuddin.

Ismail mengatakan, mengenai nama saya disebut-sebut di pelbagai media, sebenarnya itu adalah dinamika yang ada karena posisi saya kan Eselon 1, yang selam itu bekerja untuk kepentingan pemerintahan.

“Kan salah satu tugas saya yaitu membantu gubernur merumuskan kebijakan , membantu gubernur mengkoordinasikan ke lembaga-lembaga lain, dan membantu gubernur mengkoordinasikan setiap SKPD,” jelas Ismail.

Secara jujur Ismail mengakui, kalau itu ada harapan untuk melaksanakan tugas untuk menjadi gubernur, saya pikir secara manusiawi dan secara tanggung jawab dalam mengemban amanah tentunya saya akan melaksanakan itu sebagaimana ketentuan yang ada.

“Kalau saya diberikan amanah oleh pemerintah menjadi Penjabat Gubernur Sulbar pasti saya on the track,” kata Ismail jujur.

Dalam wawancara pada Kamis sore tadi, 6 Oktober 2016, Ismail mengatakan, kalau persoalan ini saya tak pernah membicarakannya bersama pak gubernur.

“Tidak eloklah saya mau tanyakan masalah ini sama pak gubernur, apalagi kalau yang saya mau tayakan itu diri saya sendiri,” tutup Ismail Zainuddin sembari mencandai sejumlah wartawan yang mengerubunginya.

RISMAN SAPUTRA/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR