Sekretaris Provinsi Sulbar Drs. H. Ismail Zainuddin, M.Pd (tiga dari kiri) bersama Kepala BI Perwakilan Sulbar Dadal Anggoro dan sejumlah tamu dan undangan lainnya foto bersama seusai mengikuti Seminar yang diselenggarakan oleh Perwakilan BI Sulbar di d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Kamis, 16 Maret 2017. (Foto: Risman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar agenda Seminar Hasil Penelitian Komoditas, Produk, Jasa unggulan (KPJU) UMKM dan Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sulawesi Barat Triwulan IV 2016 di d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Kamis, 16 Maret 2017.

Acara berlangsung sekitar pukul 09.00 wita dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulbar Dadal Anggoro dan Sekretaris Provinsi Sulbar Drs. H. Ismail Zainuddin, M.Pd yang bertindak selaku pembicara utama dan sejumlah tamu undangan dari kabupaten se-Provinsi Sulbar.

Dalam sambutan, Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin mengatakan, “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulbar yang telah melaksanakan penelitian informasi sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan di sektor ekonomi di pemerintahan Provinsi Sulbar.”

Masih menurut Ismail Zainuddin, Sulbar adalah provinsi ke-33 di Indonsia yang saat ini terus melakukan pembenahan dan pembagunan agar bisa sejajar dengan provinsi lainnya di Indonesia.

“Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten terus melakulan pembagunan, antara lain pembagunan infrastruktur dalam mendukung kemajuan perekonomian Provinsi Sulbar. Kita ketahui bersama, Sulbar mengalami penurunan  kemiskinan sekitar 9,19 persen, dan tingkat pengangguranpun berkurang secara konsisten,” urai Ismail Zainuddin.

Dengan keberhasilan pembangunan Provinsi Sulbar, menurut Ismail Zainuddin, tak lepas dari peran Bank Indonesia. Ini membuktikan bahwa hubungan Pemerintah Daerah dan BI cukup baik dan perlu terus dilanjutkan.

“Kita juga perlu ketahui bahwa pertumbuhan ekonomi di Sulbar masih cukup baik berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar tahun 2016 yang mencatat sekitar 6,03 persen. Olehnya itu, Pemprov Sulbar membutuhkan kerja sama dengan Bank Indonesia dan seluruh stekholder lainnya harus selalu bersinergi menjaga stabilitas dari sisi keuangan serta lancarnya sistem pembagian di seluruh wilayah Provinsi Sulbar,” papar Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin.

Ismail menutup dengan mangatakan, adapun hasil kajian ekonomi dan keuangan regional ini patut menjadi acuan dalam pencapaian target di sektor pembagunan dan pemanfaatan produk unggulan dan dapat disalurkan di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPMJD) Provinsi Sulbar.

HUMAS PEMPROV SULBAR

TINGGALKAN KOMENTAR