Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Irjen Pol Carlo Brix Tewu sedang beri sambutan dalam acara Sosialisasi Uang Rupiah Baru Tahun Emisi 2016 di Pasar Lama Mamuju, Selasa, 24 Januari 2017. (Foto: Zulkifli)

Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Irjen Pol Carlo Brix Tewu hadiri Sosialisasi Pecahan Rupiah Baru Tahun Emisi 2016 di Pasar Lama Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat mensosialisasikan pecahan Rupiah baru tahun emisi 2016 di pasar lama Kabupaten Mamuju, Selasa, 24 Januari 2017.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Irjen Pol Carlo Brix Tewu, Waka Polda Sulawesi Barat Kombes Pol Tajuddin, Kakanwail BI Sulawesi Barat, dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Mamuju.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat Tri Adi Riyanto dalam sambutannya mengatakan, Uang Pecahan Tahun Emisi 2016 merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011, yaitu Tentang Mata Uang.

“Kita ingin sosialisasi terkait dikeluarkannya Uang Rupiah Tahun Emisi 2016. Masih banyak masyarakat yang  belum mengenal Uang Rupiah Tahun Emisi 2016. Memang, semua belum memegang Uang Rupiah Emisi 2016 ini. Melalui kesempatan ini kita akan memberikan sosialisasi bahwa sejak Desember 2016 sudah ada alat pembayaran yang sah, yaitu bank rupiah tahun emisi 2016,” kata Tri Adi Riyanto.

Tri Adi Riyanto juga menjelaskan bahwa dengan keluarnya Uang Rupiah Tahun Emisi 2016, Uang yang sebelumnya masih berlaku. Tri juga mengatakan, Uang Rupiah Tahun Emisi 2016 mempunyai banyak unsur pengamanan sehingga sulit untuk dipalsukan.

“Dengan dikeluarkannya Uang Rupiah Tahun Emisi 2016 ini, Uang Rupiah yang sebelumnya masih berlaku sampai ada pemberitahuan dari Bank Indonesia mengenai penarikan dan pencabutan Uang Rupiah tersebut. Uang Rupiah Tahun Emisi 2016 ini lebih banyak unsur pengamanannya sehingga kami memastikan semakin sulit untuk dipalsukan,” jelas Tri Adi.

Waka Polda Sulawesi Barat Kombes Pol Tajuddin, yang hadir pada sosialisasi tersebut, dalam sambutannya mengatakan, secara hukum tentang kewajiban masyarakat Indonesia menggunakan Uang Rupiah dalam melakukan transaksi di Indonesia.

Waka Polda Sulawesi Barat Kombes Pol Tajuddin (kanan) dan Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Irjen Pol Carlo Brix Tewu (dua dari kanan) sedang mengenalkan Gambar Uang Rupiah Baru dalam acara Sosialisasi Uang Rupiah Baru Tahun Emisi 2016 di Pasar Lama Mamuju, Selasa, 24 Januari 2017. (Foto: Zulkifli)
Waka Polda Sulawesi Barat Kombes Pol Tajuddin (kanan) dan Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Irjen Pol Carlo Brix Tewu (dua dari kanan) sedang mengenalkan Gambar Uang Rupiah Baru dalam acara Sosialisasi Uang Rupiah Baru Tahun Emisi 2016 di Pasar Lama Mamuju, Selasa, 24 Januari 2017. (Foto: Zulkifli)

“Kewajiban penggunaan Rupiah yang mana telah diatur dalam Pasal 3 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang. Apabila seseorang tidak menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi dan menolak menerima Rupiah saat melakukan transaksi akan dipidana paling lama 1 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 200 juta. Kita memang wajib menggunakan Rupiah baik tunai maupun nontunai di Indonesia,” urai Tajuddin.

Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Irjen Pol Carlo Brix Tewu kepada seluruh masyarakat sekitaran pasar lama dan para tamu undangan untuk mengatakan, jangan terlalu permasalahkan warna, Pahlawan dan bentuk dari Pecahan Uang Emisi Tahun 2016 itu.

“Apa yang dilaksanakan hari ini merupakan suatu kebanggaan buat kita. Oleh karenanya kita tidak perlu mempermasalahkan warna, Pahlawan-pahlawan dan bentuk dari Pecahan Rupiah Tahun Emisi 2016 ini. Karena pasti Negara sudah melakukan pengkajian yang mendalam, sehingga lahirlah Tujuh Nominal Uang Rupiah yang bentuk kertas dan empat Nominal Uang Rupiah Bentuk Logam,” urai Carlo Brix Tewu.

Menurutnya Penjabat Gubernur Sulawesi Barat ini, informasi dari beberapa media yang saya baca, sistem pengamanan Uang Rupiah Emisi Tahun 2016 ini adalah terbaik di dunia.

“Mari kita betul-betul mempelajari agar kita tidak mendapatkan Uang Rupiah yang palsu. Moment ini adalah moment yang terbaik buat kita untuk mengenal Uang Rupiah yang baru,” tutup Carlo Brix Tewu. Advertorial

ZULKIFLI

TINGGALKAN KOMENTAR