Inilah pasangan Cagub-Cawagub Sulbar 2017 dengan nomor urut yang sah: Nomor Urut 1 milik SDK-Kalma, Nomor Urut 2 milik JSM-Hamas, dan Nomor Urut 3 milik ABM-Enny, Mamuju, Selasa, 25 Oktober 2016. (Foto: Zulkifli)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Paling sedikit 500 orang, jika bukan 600 orang yang memenuhi Ballroom d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Selasa sore, 25 Oktober 2016. Sehari sebelumnya, atau Senin kemarin, tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar 2017 telah ditetapkan oleh KPU Sulbar dalam Rapat Pleno tertutup di kantor komisioner itu.

Hari ini, Selasa sore menjelang 3 jam sebelum terbenamnya mentari di ufuk barat, di Mamuju kota, di bibir pantai Manakarra yang eksotis, sebuah ‘pesta kecil’ digelar secara formal yang hikmat namun tetap riuh. Tepuk tangan sesekali menggulung suasana gaduh yang teratur.

Duduk berbaris rapi, kecuali yang persis di belakang ballroom. Di pintu luar juga tampak lalu lalang sejumlah orang dengan pelbagai warna kostum. Dari warna si pemakai bisa dikenali pendukung pasangan siapa.

Di luar, atau di jalan Yos Sudarso, Mamuju, pengaman ekstra ketat berjaga-jaga lantaran dua kubu—katakanlah begitu—tampil sedikit heboh. Ada telunjuk menjorok ke depan, dan ada teriakan seolah memaki lawan. Pesta rakyat yang tak ternoda oleh apapun. Sedikit tegang memang iya, tapi tidak ada tanda-tanda chaos.

Belum ada ‘wawancara khusus’ yang bisa dilakukan kru laman ini. Di dalam ruangan, panitia penyelenggara hajatan rapat pleno terbuka—dari KPU Sulbar—untuk urusan penentuan nomor urut yang akan dipilih nantinya, sedikit kewalahan menertibkan para pendukung pasangan calon nomor urut 1,2, dan 3 ketika setiap kali mereka ‘merampas’ sela waktu resmi yang masih ‘milik’ panitia.

Komisioner KPU Sulbar menyatu dengan Cagub-Cawagub Sulbar 2017. Perbedaan posisi formal tak lantas merenggangkan hubungan, sebab 'jabat tangan' itu Ibadah. (Foto: Zulkifli)
Komisioner KPU Sulbar menyatu dengan Cagub-Cawagub Sulbar 2017. Perbedaan posisi formal tak lantas merenggangkan hubungan, sebab ‘jabat tangan’ itu Ibadah. (Foto: Zulkifli)

Beroleh nomor urut andalan, kehebohan pun menyeruak. Wartawan, yang berjumlah hampir seratus itu, juga sesekali merangsek masuk di luar batas yang telah ditentukan.

Tapi beginilah pesta demokrasi yang telah kita bangun bersama: oleh rakyat dan pemimpinnya.

Pesta yang tak boleh di balik kembali mundur ke belakang. Apa itu? Jaga bersama demokrasi ini agar berlanjut ke cita-cita dan tujuan seperti yang telah diikrarkan bersama sejak kali pertama kita berSulbar, tempo hari.

Masih akan tersaji lagi, tetap tunggu di laman ini.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR