Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar (kanan) mengukuhkan Dewan Riset Daerah (DRD), Majelis Pertimbangan dan Tim Pengendali Provinsi Sulawesi Barat masa bhakti 2018-2022, Mamuju, Kamis, 12 April 2018. (Foto: Humas)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar mengukuhkan Dewan Riset Daerah (DRD), Majelis Pertimbangan dan Tim Pengendali Provinsi Sulawesi Barat masa bhakti 2018-2022.

“Akhir-akhir ini saya melihat banyak yang sarjana tetapi kualitas masih di bawah standar dan hampir juga anak-anak kita di perguruan tinggi hanya sedikit yang tersaring,” ucap Ali Baal pada pengukuhan DRD Sulawesi Barat yang ketiga kalinya.

Dikemukakan, pembangunan Sulawesi Barat di tahun 2019 adalah membangun infrastruktur untuk peningkatan kesejahteraaan masyarakat. Untuk itu, diharapkan ada masukan yang proporsional dari Dewan Riset Daerah dan Majelis Pertimbangan  serta Tim Pengendali Mutu Provinsi Sulawesi Barat.

“Dengan pengukuhan ini, semua elemen yang ada segera melakukan kegiatan sesuai tugas dan fungsi sehingga ke depan provinsi ini menjadi lebih maju, dan kita dapat memberikan yang baik kepada masyarakat,” kata Ali Baal.

Saya sebagai gubernur, sebut Ali Baal, berharap masukan dari tim yang terhormat ini sebagai bahan pertimbangan dalam kegiatan selanjutnya. “Dasar riset dan kajian tentu hasil yang diperoleh menjadi lebih maksimal dan disarankan manfaatnya oleh masyarakat,” harap ABM—sapaan gubernur saat ini.

Ketua Dewan Riset Nasional, Zulfajri Basri Hasanuddin mengatakan, negara-negara di dunia ini SDM-nya minim, contohnya, di Singapura yang kecil tapi dapat berkembang karena dia menguasai inovasi.

“Dewan Riset Daerah Sulawesi Barat diharapkan bisa berperan aktif membantu Pemprov Sulawesi Barat dalam merumuskan kebijakan inovatif, dan bukan jadi pelaksana atau bukan penyedia jasa riset yang didanai APBD provinsi. Riset itu kunci dari kemajuan suatu bangsa tanpa riset tidak dapat berkembang,” ujar Zulfajri.

Dengan adanya dukungan provinsi, katanya, diharapkan betul-betul bisa menghasilkan sesuatu yang signifikan untuk kemajuan Sulawesi Barat.

Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Provinsi Sulbar, Basri Hasanuddin menjelaskan, setiap yang dilakukan adalah untuk masyarakat.

“Kita bantu Gubernur mengoptimalkan daerah ini untuk kemajuan Sulawesi Barat,” kata Basri Hasananuddin.

Ketua Panitia, Muh Jamil Barambangi menyampaikan, dalam Peraturan Daerah (Perda) dibentuk penjabaran dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang penelitian membangun dan penerapan. Undang-undang tersebut mengharuskan setiap provinsi, bahkan kabupaten, membentuk DRD.

“Kita berbangga, salah satu anggota Dewan Riset Nasional yang berjumlah 60 orang adalah asli putra/putri Sulawesi Barat,” puji Jamil Barambangi.

Pengukuhan DRD bertujuan mendukung pembangunan daerah dalam lima tahun ke depan yang dituliskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Barat.

Selain Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, Ketua Dewan Riset Nasional Zulfajri Basri Hasanuddin, Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat Basri Hasanuddin, Ketua Panitia Muh. Jamil Barambangi juga turut hadir Ketua DRD Nur Aksan, para Tim Pengendali Mutu, Kepala OPD lingkup Sulawesi Barat, anggota DRD Sulawesi Barat serta undangan lainnya. Rilis

ILHAM Kontributor

TINGGALKAN KOMENTAR